Sejak diunggah Jumat (11/9/2020), cuitan tersebut sudah disukai lebih dari 5 ribu pengguna Twitter. Sedangkan 2000 lainnya membagikan ulang, dan ada seratus lebih yang memberikan tanggapan.
Dari ratusan komentar yang ditinggalkan, ada beberapa warganet yang setuju dengan pendapat @brigitasiw, bahwa UMR Jogja terlalu rendah untuk bisa menabung dan membeli rumah di usia muda. Sementara tidak sedikit juga yang menyangkal cuitan itu.
"Selalu UMR Jogja. Sebab akibat gak sih? UMR segitu biaya hidup murah. Rp 2.000 bisa makan nasi kucing. Kota lain UMR tinggi biaya hidup juga mahal. Orang Jogja sendiri mungkin biasa aja, yang ngerasa kurang biasanya pendatang, itu karena ekspetasinya dia yang terlalu tinggi terhadap Jogja," tulis akun @SaidahJuly.
"Lah UMR Jakarta meskipun tinggi tapi lihat harga tanahnya bikin nangis alias ya sama aja woi heuheu," komentar akun @amybaidi.
Baca Juga:Ayah vs Anak di Pilkades Sleman, Santai Saja Kami Bersaing Secara Fair
"Gaji Jogja mah ngeluarin duit lebih banyak dikit buat belanja bulanan dibilang boros," tanggapan akun @caligulablush.
Sementara akun @tawnyspace berkomentar, "Dulu pernah punya pandangan kaya gini juga. Tapi akhirnya sadar, kalau mentalnya kaya gini terus, nanti malah nggak maju-maju. Dan sadar juga kalau waktuku masih cukup buat nyari sumber pendapatan lain supaya gajinya bisa 3-4 kali lipat UMR Jogja."