Edukasi COVID-19 perlu ditingkatkan
Di kesempatan yang sama, Harda menekankan bahwa gejala COVID-19 begitu bermacam-macam dan mengalami perubahan seiring waktu.
Bila sebelumnya gejala COVID-19 ditunjukkan dengan sesak napas, saat ini gejala penyakit itu juga dirasakan dengan hilangnya indra penciuman dan indra pengecap atau rasa.
"Tapi [santri] tidak tahu kalau itu salah satu tanda COVID-19. Berarti edukasi masyarakat harus ditingkatkan. Hanya saja juga bagaimana masyarakat berani menyampaikan. Karena begitu ada kasus demikian, Dinkes langsung jalan," papar Harda lebih lanjut.
Baca Juga:Bikin Onar di Ponpes Abuya Uci, Istri Minta Sugiono Jangan Dibebaskan Dulu
Secara terbuka Harda menyatakan, kasus serupa tak hanya terjadi pada 41 santri ponpes yang ia sebutkan sebelumnya, melainkan masih ada pula 5 kasus positif COVID-19 di ponpes berbeda, yang sudah lebih dahulu diketahui beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyebutkan, pada hari ini ada penambahan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman, berjumlah 46 kasus. Sebanyak 41 di antaranya, berasal dari skrining pendidikan.
"Kalau ini bermula dari kasus positif dan kami tracing," tuturnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga:Kasus Corona di Bali Melonjak 150 per Hari, Terbanyak Denpasar