Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Fasilitasi Pemilih Terpapar Covid-19, KPPS Sleman Dibekali Baju Hazmat

Galih Priatmojo Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:05 WIB

Fasilitasi Pemilih Terpapar Covid-19, KPPS Sleman Dibekali Baju Hazmat
Ilustrasi Pilkada Serentak (Ilustrasi Foto: Antara)

Menurut Trapsi, memfasilitasi pemilih sekalipun mereka positif COVID-19 adalah sebuah kewajiban KPU.

SuaraJogja.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman akan tetap memfasilitasi pemungutan suara bagi pemilih Pilkada 2020 yang terinfeksi COVID-19

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi mengungkapkan, Pilkada Sleman 2020 direncanakan akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang. 

Menurut Trapsi, memfasilitasi pemilih sekalipun mereka positif COVID-19 adalah sebuah kewajiban KPU. 

"Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan mendatangi lokasi isolasi pemilih yang positif COVID-19. Nantinya, KPPS yang bersangkutan akan dibekali dengan hazmat pada saat mendatangi pemilih yang positif," ungkapnya, Rabu (21/10/2020). 

Trapsi menambahkan, petugas pemilihan akan mendatangi pasien di tempat-tempat yang sudah ditentukan, salah satunya Asrama Haji. Namun demikian, petugas juga akan tetap mendatangi calon pemilih, bila mereka diisolasi mandiri di rumah.

KPU Sleman akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten Sleman, perihal data pemilih yang positif COVID-19. 

"Mulai dari pasiennya berapa, dari mana sampai bagaimana cara [teknis] memfasilitasi hak pilih mereka," ungkap Trapsi. 

Selain itu, KPU juga akan mengecek suhu tubuh pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Bagi meraka yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 akan ditempatkan di bilik khusus," ucapnya. 

Untuk menghindari penularan COVID-19 kepada petugas KPPS dan petugas TPS, pihaknya akan menyediakan alat pelindung diri (APD) di setiap TPS. Terhitung, ada 2.124 TPS se-Sleman. 

"Kami juga akan memberikan penekanan pada bimtek agar APD digunakan sebagaimana mestinya," terangnya. 

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sleman Kareem Mustofa menyebut, pihaknya terus berupaya sosialisasi dan memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa penyelenggara Pilkada 2020 berupaya maksimal untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 secara ketat. 

"Tujuannya, agar mereka bisa merasa aman datang ke TPS dan memberikan hak suaranya," tegas Kareem.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait