Mulai dari tabebuta kuning, ikuwanyu, hingga pohon koptri merupakan tanaman yang Anto miliki dan budidayakan di rumahnya. Beberapa tanaman itu pula yang akhirnya juga Anto bawa ke Pasar Kebon Empring untuk disemai di bantaran Kali Gawe.
Memang kalau dilihat dan dirasakan secara sekilas, area Pasar Kebon Empring terbilang cukup rindang. Pohon bambu senantiasa melindungi sebagian area dari terik matahari.
Namun menurut pria 42 tahun ini, bantaran kali justru tak diperhatikan dengan baik. Padahal menurutnya, bagian itu akan menjadi lebih sejuk dan indah jika ditumbuhi pohon atau tanaman hijau.
"Sebenarnya sudah lama senang nanem. Sekitar 3-4 tahun ke belakang inilah. Biasanya untuk area yang tak biasa diperhatikan orang. Lagian saya juga cukup sering main ke destinasi wisata di daerah Piyungan. Kalau pas lihat ada spot yang kurang hijau pasti besoknya akan saya bawakan tanaman dari rumah untuk nanem di situ," tuturnya.
Baca Juga:Bermula dari Lahan Kosong, Warga Sungapan Buat Kali Oya Jadi Objek Wisata
Anto menjelaskan, tidak ada intervensi dari pihak mana pun untuk menanam tanaman di objek wisata yang terlihat gersang tersebut. Gerakan menanam itu adalah inisiatifnya sendiri.
Bermula saat ia lulus dari bangku SMA, kata Anto, saat itu dirinya kebetulan mengunjungi lokasi bantaran kali yang terkena banjir. Dari situlah, hatinya mulai tergerak untuk merawat lingkungan khususnya bantaran kali.

"Kalau nanem biasanya di Setren Opak, Taman Bronjong Srimartani, Pasar Kebon Empring. Kadang sendiri kadang juga ngajak temen kalau ada yang selo tapi kebanyakan sendiri. Ibu-ibu yang minta bibit juga kadang saya kasih gratis, intinya biar nanem apa aja," ungkapnya.
Anto mengaku mendapat respons positif dari istri dan anaknya atas kegigihannya melakukan penghijauan tersebut. Biaya sendiri bukan menjadi pematah semangat Anto untuk terus menghijaukan Bumi Projotamansari.
Harapannya sederhana -- munculnya tangan-tangan lain yang mau tergerak menanam tumbuhan, apapun jenisnya di lingkungannya. Menutut Anto, bumi masih menjadi tempat yang layak untuk terus dirawat. Berawal dari langkah kecil akan memberikan dampak yang luar biasa bagi lingkungan.
Baca Juga:Berkah di Balik Musibah, Wisata Alam Pasar Kebon Empring Berdayakan Warga
"Tidak perlu mempertimbangkan kapan tanaman itu akan berbuah, tanam saja dulu. Hijaukan dulu bumi ini. Kita rawat lingkungan bersama-sama. Harapannya dari awal kecil-kecilan ngasih secara gratis dan cuma-cuma itu ya semua orang jadi bisa cinta dan suka tanaman terus melakukan penghijauan di bumi ini," tandasnya.