10 Tahun Erupsi Merapi, Warga Berbagi Cerita: Mengungsi Tak Pernah Kembali

Kini Remon dan Yami juga sama-sama harus beradaptasi dengan kehidupan sosial yang turut berubah.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 31 Oktober 2020 | 17:43 WIB
10 Tahun Erupsi Merapi, Warga Berbagi Cerita: Mengungsi Tak Pernah Kembali
Warga Huntap Pagerjurang berbagi cerita perubahan yang dialami setelah 10 tahun erupsi Merapi - (YouTube/Dasawarsa Merapi)

"Saya dulu petani sapi perah. Sapinya cuma dua, tapi waktu itu kan kalau cari rumput dekat," tuturnya.

Kala itu, setiap bulan ia mendapat penghasilan dari sapi perahnya. Namun saat ini, ia tak lagi memelihara sapi perah seperti dulu.

Kendati begitu, ia masih memiliki ternak yang dititipkan di rumah mertua karena tidak memungkinkan baginya untuk bolak-balik dari huntap ke tanahnya yang lama untuk mencari rumput.

Kini Remon dan Yami juga sama-sama harus beradaptasi dengan kehidupan sosial yang turut berubah.

Baca Juga:Kenang Erupsi tahun 2010, Kill the DJ: Merapi Adalah Guru Semesta

"Kalau masalah sosial itu, menurut saya pribadi, tetangga-tetangga kami itu lebih peduli, lebih memikirkan 'bagaimana saya bisa berjalan'. Kalau dulu mungkin bersama-sama, ada yang minta tolong pagi-pagi, ada teman, tapi saya tidak bilang egois. Hanya, kami memang beda dari yang dulu," ungkap Yami.

Pendapat serupa juga dilontarkan Remon. Menurutnya, dalam kehidupannya yang dulu sebelum erupsi Merapi 2010, tolong-menolong antarawarga terasa lebih guyup.

"Misal saya ada genting bocor, sekarang minta tolong orang ya harus punya duit buat 'unag terima kasih'. Kalau dulu itu enggak punya apa-apa pun, minta tolong benahin genting, sudah ada yang berangkat," kenang Remon.

"Sekarang nyuruh orang mesti mikir dua kali karena siapa tahu yang kita suruh ini pas enggak punya duit karena semua sekarang ini saling meraskan hal yang sama bahwa tinggal di huntap ini harus punya duit," imbuhnya.

Meski demikian, ia tak menyikapi kondisi ini sebagai egoisme. Ia menyadari bahwa masing-masing warga penghuni huntap sama-sama memiliki tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Baca Juga:Komposisi Magma Gunung Merapi Masih Sama, tapi Berpotensi Lebih Eksplosif

Di samping itu, tak pernah terpikirkan baik oleh Remon maupun Yami untuk kembali menghuni rumahnya yang lama karena lokasinya yang tidak aman, dan tempat tinggal mereka saat ini lebih dekat dengan akses ke berbagai tujuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak