Untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, KRL beroperasi mulai pukul 04.00 WIB, sehingga akan dapat memberikan pelayanan bagi penumpang yang berangkat pagi hari.
Tidak hanya itu, beberapa stasiun juga akan dibuka kembali. Misalnya, stasiun Kalasan akan dibuka sebagai imbas dari penataan Stasiun Lempuyangan.
Selain stasiun Kalasan, pihaknya juga akan mengintensifkan keberadaan stasiun lokal lainnya seperti stasiun Maguwoharjo dan Patukan.
"Kami akan menutup perlintasan tidak resmi untuk mendukung program ini, karena KRL berjalan tanpa suara," katanya.
Baca Juga:KRL Anjlok di Kampung Bandan, KAI Perkirakan Evakuasi Berlangsung 5 Jam
Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut rencana operasional KRL Jogja-Solo. Dia berharap, perlintasan yang tidak resmi dapat diselesaikan dengan baik.
Sebab tujuannya, kata Sri, juga untuk keselamatan warga karena dalam operasionalnya kereta tidak bersuara.
"Dengan peningkatan frekuensi jumlah kereta api yang melintas tentu semakin bertambah sehingga penertiban perlintasan jalur KA sangat mendesak untuk dilakukan," kata Sri.
Sri berharap pula, jalur KRL ini dapat menyambungkan kota budaya Jogja dan Solo, sehingga diperlukan sinergi dengan jajaran Dinas Perhubungan Sleman untuk memperlancar keberhasilan program KRL.
"Baik dalam segi penertiban perlintasan maupun dari segi pengelolaan tata ruang khususnya dalam pengembangan stasiun Kalasan," katanya.
Baca Juga:Asyik! Mulai Hari Ini KRL Normal Lagi, dari Pukul 04.00 - 24.00 WIB