Tugino mengatakan, untuk sementara pihaknya telah menghubungi ahli waris. Pengelola makam membantu menyediakan tanah dan pasir untuk penanganan pertama.
"Jadi penanganannya dilakukan oleh masing-masing ahli waris, tetapi kami tetap menyediakan pasir dan tanah urukan untuk menimbun tanah yang amblas," kata dia.

Menanggulangi kejadian serupa, penjaga makam juga membuat jalur parit sementara agar aliran air yang berkumpul di sisi timur makam bisa keluar.
"Masalahnya memang ada pada volume air ketika hujan deras. Nanti kami buatkan sementara parit untuk dialiri ke got dan dibuang ke sungai dekat TPU," kata dia.
Baca Juga:Hujan Deras, Banjir 1,5 Meter Rendam Kelurahan Limbungan Pekanbaru
Ditemui terpisah, Ulu-ulu Kalurahan Minomartani Dedi Eko Bintoro mengaku sudah mengecek lokasi amblasnya belasan makam di TPU Minomartani. Pihaknya akan segera membuat Detail Engineering Design (DED) termasuk membenahi saluran air di sekitar makam.
"Akan kami buatkan DED-nya terlebih dahulu, tetapi anggarannya berapa, kami belum bisa memastikan. Nanti dilihat ke depan, bisa jadi direalisasikan 1 atau 2 tahun lagi. Sesuai prioritas, tetapi kejadian ini diprioritaskan karena ada banyak [makam] yang amblas," kata dia.