Hari Ketiga Malioboro Bebas Kendaraan, Pedagang Menjerit Sepi Pembeli

Plt Kepala Dinas Hubungan DIY, Ni Made Panti Dwipanti Indrayanti menjelaskan bahwa masa uji coba Malioboro menjadi kawasan pedestrian berlaku selama dua pekan.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 05 November 2020 | 19:49 WIB
Hari Ketiga Malioboro Bebas Kendaraan, Pedagang Menjerit Sepi Pembeli
Sejumlah pedagang di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta menunggu barang jualannya saat uji coba Malioboro sebagai kawasan pedestrian, Kamis (5/11/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Ia melanjutkan ketika malam hari situasi di Malioboro memang terlihat ramai. Tetapi kebanyakan hanya wisatawan lokal yang ingin berswafoto tanpa membeli cinderamata atau pakaian.

"Khawatirnya pengunjung dari luar Yogyakarta merasa ribet karena tidak bisa parkir yang dekat dengan toko yang dituju, jikapun harus parkir di taman parkir Abu Bakar Ali, mereka harus berjalan jauh," ujar dia.

Baik Desi dan Tari berharap kawasan Malioboro bisa dikembalikan seperti semula. Pasalnya dengan dibuka akses jalan kendaraan, pengendara bisa memilih lokasi yang mereka inginkan dan langsung memarkirkan kendaraan di dekatnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Hubungan DIY, Ni Made Panti Dwipanti Indrayanti menjelaskan bahwa masa uji coba Malioboro menjadi kawasan pedestrian berlaku selama dua pekan.

Baca Juga:Viral Penjual Gorengan Cantik di Jogja, Warganet: Jadi Pengen Nafkahin

"Uji coba ini dimulai dari 3-15 November. Hanya kendaraan seperti bus Transjogja, ambulans, Mobil petugas patroli yang boleh masuk. Namun ada dispensasi juga kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan Malioboro dan juga pedagang," kata dia.

Adanya masalah yang terjadi baik keluhan pedagang dan warga, pihaknya tetap akan mengevaluasi. Nantinya tetap akan dilakukan komunikasi. Saat ini Malioboro telah diajukan ke UNESCO sebagai kawasan world heritage.

"Yang jelas tiap program tak bisa didukung terus, ada pro dan kontra. Ada yang mengeluh Jogja macet, sumpek Dishub-nya tidak melakukan penataan. Tapi setelah ditata mengeluh juga. Jadi kita nikmati dulu saat ini seperti apa. Malioboro sebagai garis sumbu imajiner juga sudah kami ajukan sebagai World heritage atau warisan dunia," terangnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak