Penataan Kawasan Kumuh, Heroe: Kalau Komunitas Ada Ide, Sampaikan Saja

Heroe menegaskan, penataan kawasan kumuh yang sudah dilakukan di bantaran sungai Gajah Wong dapat dijadikan contoh.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 14 November 2020 | 06:30 WIB
Penataan Kawasan Kumuh, Heroe: Kalau Komunitas Ada Ide, Sampaikan Saja
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ditemui awak media seusai menghadiri acara Forsidas terkait penataan kawasan kumuh di Dermaga Cinta Bendung Lepen, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (13/11/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Harapan kami yang sudah jadi ini dimaksimalkan, sehingga orang atau wilayah lain bisa belajar dari sini," paparnya.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, mengatakan bahwa penataan kawasan kumuh di bantaran sungai sangat penting untuk dilakukan. Selain dapat dimaksimalkan terkait dengan penanganan banjir, potensi ekonomi sungai juga dapat lebih dikembangkan.

"Arahnya nanti akan ke pariwisata. Intinya semua sungai bersih kemudian ancaman banjir terkendali serta kekumuhan tidak ada lagi di bantaran sungai sepanjang Yogyakarta. Setahap demi setahap itu pasti bisa dilakukan," ujar Tri.

Terkait dengan penataan dan pengembangan kawasan sungai Gajah Wong, menurut Tri, masih dapat dimaksimalkan lagi. Namun yang terpenting ini adalah langkah awal Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menyambungkan ide yang disampaikan dari masyarakat sekitar.

Baca Juga:Jauh dari Bencana Primer, Pemkot Jogja Tetap Siaga Antisipasi Erupsi Merapi

"Kita tahu dari masyarakat tahun 80an patologi sosialnya sangat luar biasa, kalau diingat di sini [bantaran sungai Gajah Wong] adalah kawasan lokalisasi wanita tuna susila. Namun sekarang bisa terbangun seperti ini, sudah luar biasa," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak