facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Biennale Jogja XVI Equator #6, YBY Bakal Gandeng Negara di Kawasan Pasifik

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna Rabu, 18 November 2020 | 18:54 WIB

Biennale Jogja XVI Equator #6, YBY Bakal Gandeng Negara di Kawasan Pasifik
Gintani dan Alia dalam temu media menuju Biennale Jogja Equator #6 (Hiromi/Suara)

Salah satu negara di kawasan Pasifik bakal berkolaborasi di Biennale Jogja XVI Equator #6 pada 2021 mendatang.

SuaraJogja.id - Pada Rabu (18/11) menjadi hari terakhir Pameran Bina Asana Seni 2020 dihelat. Sebagai penyelenggara, Yayasan Biennale Yogyakarta mengadakan konferensi pers dengan tujuan mengumumkan beberapa hal terkait pelaksanaan pameran di tahun 2021 nanti. 

Alia Swastika selaku Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta menyebutkan bahwa acara, Biennale Jogja XVI Equator #6 akan menjadi penutup rangkaian khatulistiwa putaran pertama. Acara ini rencananya juga akan melibarkan kerjasama dengan salah satu negara di kawasan Pasifik. 

"Kepastian negara masih terus kami pertimbangkan. Kami perlu mempertimbangkan tentang situasi terutama di masa pandemi ini. Termasuk bagaimana pandemi berpengaruh terhadap mobilitas dan gagasan pertukaran internasional," ujar Alia saat Temu Media di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (18/11/2020).

Sejak 2010, YBY telah menggelar acara Biennale Jogja seri Khatulistiwa. Acara ini merupakan kerangka kerja YBY yang telah dilaksanakan selama 10 tahun. Sebelumnya, Biennale Jogja telah bekerjasama dengan beberapa negara, seperti India, kawasan Arab, Nigeria, Brazil, dan kawasan Asia tenggara.

Baca Juga: Perupa Senior FX Harsono Turut Hadir dalam Pameran Asana Bina Seni 2020

Alia, Direktur YBY menjelaskan tentang acara Biennale Jogja XVI Equator #6 (Suara/Hiromi)
Alia, Direktur YBY menjelaskan tentang acara Biennale Jogja XVI Equator #6 (Suara/Hiromi)

Yayasan Biennale Yogyakarta sendiri adalah sebuah lembaga non profit yang bergerak di bidang seni dan kebudayaan.

Di acara Biennale Jogja XVI Equator #6 di 2021 mendatang, arsip dan dokumentasi Biennale Jogja seri Khatulistiwa 1 sampai 5 akan dihadirkan kembali.

"Kami harap dengan membawa kembali arsip-arsip terdahulu, pengunjung bisa melihat secara utuh gagasan khatulistiwa sebagai geopolitik yang digagas oleh Yayasan Biennale Yogyakarta," ucap Alia.

Pada kesempatan ini pula YBY memperkenalkan direktur baru dari Biennale Jogja yaitu Gintani Nur Apresia Swastika. Wanita berusia 36 tahun ini akan menjadi direktur penyelenggara 2 peristiwa seni pada 2021 dan 2023.

"Biennale Jogja selalu berupaya untuk melakukan regenerasi. Hal ini dilakukan agar ada orang dan gagasan baru yang dimunculkan dalam moda kepemimpinan dan manajemen seni," ungkap Alia kepada awak media.

Baca Juga: 'Barut Neraka' Karya Laviaminora Soroti Isu Ini di Pameran Asana Bina Seni

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait