Pasca Evakuasi, Produksi Susu Sapi Perah Warga Merapi Menyusut

Poniman mengatakan sudah sejak Senin (9/11/2020) lalu ia mengungsikan sapi-sapi miliknya.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 19 November 2020 | 06:15 WIB
Pasca Evakuasi, Produksi Susu Sapi Perah Warga Merapi Menyusut
Ilustrasi sapi perah. [Shutterstock]

SuaraJogja.id - Produktivitas susu sapi perah warga Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh faktor stres dari sapi-sapi tersebut pasca dievakuasi.

"Awal-awal kemarin waktu dievakuasi produktivitasnya turun. Kalau biasanya sekitar 7-8 liter jadi cuma 4-5 liter saja," kata salah satu pemilik sapi yang dievakuasi, Poniman (46) pada Rabu (18/11/2020).

Poniman mengatakan sudah sejak Senin (9/11/2020) lalu ia mengungsikan sapi-sapi miliknya. Semenjak itu hanya satu ekor dari empat sapi perah miliknya yang menghasilkan susu.

Namun kendati demikian, diakui Poniman, produksi susu dari sapi miliknya mulai berangsur normal kembali. Menurutnya itu karena sapi juga sudah mulai menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang baru.

Baca Juga:Berkali-kali Gempa Guguran, Gunung Merapi Keluarkan Gemuruh Keras

Sementara itu Panewu (Camat) Cangkringan Suparmono, tidak memungkiri bahwa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat adalah terkait perawatan ternak selama harus dievakuasi ke tempat lain. Jika memang masyarakat memilih untuk tidak mengevakuasi hewan ternaknya maka otomatis yang bersangkutan perlu mondar-mandir dari barak pengungsian untuk melakukan perawatan hewan ternaknya di rumah.

Namun jika dilakukan perpindahan atau evakuasi ternak ini juga ada hal lain yang ditakutkan masyarakat. Salah satunya dapat menyebabkan stres yang meningkat pada hewan tersebut hingga berdampak pada produktivitasnya.

"Hewan ternak kalau dipindah tempat itu akan mempengaruhi produktivitasnya. Saat ini juga masih banyak warga di barak pengungsian [Glagaharjo] yang pulang tiap siang hari untuk sekadar memberi makan sapinya," ucapnya.

Suparmono bahkan sudah mendapat laporan tentang adanya makelar ternak yang menawarkan diri kepada warga. Namun diharapkan warga tidak mudah tergiur sehingga terburu-buru memutuskan untuk menjual ternaknya.

"Terkait itu [makelar ternak] memang saya sudah dapat beberapa laporan. Sebaiknya memang masyarakat jangan terburu-buru tergiur, disimpan dulu saja," ujar Suparmono.

Baca Juga:Pantau Kondisi Pengungsi Gunung Merapi, PMI Kerahkan 300 Personel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak