Parutan Kelapa Bikin Anak Kremian, Mitos atau Fakta?

Cacing putih, kecil, dan tipis itu biasanya menimbulkan rasa gatal pada anus.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah
Kamis, 19 November 2020 | 09:05 WIB
Parutan Kelapa Bikin Anak Kremian, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi kelapa

SuaraJogja.id - Di masa kecil, kerap terdengar berbagai mitos yang baru terpecahkan ketika anak tumbuh dewasa. Salah satunya adalah bahwa mengonsumsi parutan kelapa bisa menyebabkan infeksi cacing kremi alias kremian

Cacing putih, kecil, dan tipis itu biasanya menimbulkan rasa gatal pada anus.

Padahal sebenarnya, itu hanya sebuah mitos kesehatan yang tidak memiliki dasar sumber yang jelas valid.

Dilansir laman Turn Back Hoax Indonesia, infeksi cacing kremi dapat terjadi apabila kelapa parut yang dimakan terkontaminasi telur cacing kremi.

Baca Juga:Tahun 2020, Ekspor Komoditas Kelapa Sumsel Naik 21,04 Persen

"Penularan cacing kremi bisa melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda atau makanan yang terkontaminasi cacing kremi," jelas dr Marlyn Cecilia Malonda, dokter anak di Mayapada Hospital Tangerang.

Kelapa muda [Shutterstock]
Kelapa muda [Shutterstock]

Sebaliknya, parutan kelapa justru memiliki kandungan nutrisi yang baika, palagi parutan kelapa dari daging buah yang sudah tua.

Berdasarkan Medical News Today, infeksi cacing kremi juga dapat terjadi ketika cacing kremi betina bertelur di lipatan sekitar anus. Inilah penyebab rasa gatal hebat, terlebih di malam hari.

Meski dapat terjadi pada siapa saja, umumnya cacing ini menginfeksi anak-anak atau kelompok yang tinggal berdekatan, misalnya keluarga.

Ketika orang yang terinfeksi menggaruk area anus, telur bisa mengenai jari dan bertahan di bawah kuku. Ini dapat mencemari barang-barang seperti tempat tidur dan pakaian.

Baca Juga:Konsumsi saat Perut Kosong, Ini Manfaat Minum Air Kelapa di Pagi Hari

Orang yang tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi memiliki risiko bersentuhan dengan telur dan pada akhirnya akan terkena juga.

Kremian dapat menyerang tanpa disertai gejala sama sekali. Oleh karena itu, semua anggota rumah tangga harus mendapat pengobatan.

Kendati begitu, infeksi cacing kremi biasanya tidak menyebabkan komplikasi parah, hanya saja dapat menganggu tidur dan menurunkan kualitas hidup orang yang terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak