Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Terpapar Rekannya, 8 Santri Ponpes di Piyungan Positif Covid-19

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 19 November 2020 | 19:45 WIB

Diduga Terpapar Rekannya, 8 Santri Ponpes di Piyungan Positif Covid-19
[Unsplash/Markus Spiske]

Terpaparnya delapan santri tersebut bermula dari empat santri yang diduga terpapar dari sesama santri yang datang dari luar pulau Jawa.

SuaraJogja.id - Sebanyak 8 santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul terkonfirmasi positif Covid-19. Empat diantaranya sudah dinyatakan sembuh, sisanya masih dalam perawatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menerangkan bahwa, santri tersebut diduga terpapar oleh santri yang sebelumnya berada di luar Pulau Jawa.

"Total ada 8 (santri positif) orang. Jadi ada 700 orang yang kami skrining," ujar dokter yang biasa disapa Oki ini dihubungi wartawan, Kamis (19/11/2020).

Terpaparnya delapan santri tersebut bermula dari empat santri yang diduga terpapar dari sesama santri yang datang dari luar pulau Jawa. Mengetahui empat santri yang positif, sebanyak 700 orang dilakukan skrining. Sehingga ditemukan 4 santri positif Covid-19.

"Delapan orang tersebut kami isolasi di Shelter Sewon. Mereka dalam kondisi tanpa gejala, semua sehat," ujar dia.

Empat santri yang dinyatakan positif Covid-19 ini diketahui dari hasil skrining pada Senin (16/11/2020). Empat santri masih diisolasi di Shelter Kecamatan Sewon.

"Empat sudah sembuh. Empat santri lainnya masih dirawat," kata dia.

Upaya satgas dalam memutus tali penyebaran Covid-19 di ponpes setempat dilakukan dengan pembatasan sosial.

"Kami lakukan pembatasan mobilitas. Selanjutnya menghentikan penerimaan santri dan melakukan isolasi bagi yang positif (Covid-19)," terang Oki.

Hingga kini, Pemkab Bantul tetap mendorong masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Pihaknya menekankan masyarakat untuk tetap mengenakan masker.

Masyarakat ditekankan untuk menghindari kerumunan dan tak membuat kegiatan yang mendatangkan banyak massa. Hal itu sebagai upaya memutus penyabaran Covid-19 di Bantul.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait