Ke Bawaslu, Paslon 02 Pilkada Bantul Klarifikasi Video Dugaan Politik Uang

Suharsono tak menampik bahwa orang dalam video berisi dugaan politik uang yang beredar adalah dirinya.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 26 November 2020 | 19:30 WIB
Ke Bawaslu, Paslon 02 Pilkada Bantul Klarifikasi Video Dugaan Politik Uang
Calon Wakil Bupati Bantul dari nomor urut 2, Totok Sudarto, memberi keterangan pada wartawan usai pemanggilan oleh Bawaslu di Kantor Bawaslu Bantul, Kamis (26/11/2020) sore. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Terpisah, kuasa hukum Paslon Nomor Urut 2, Romi Habie, menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan Suharsono-Totok Sudarto murni karena rasa kemanusiaan.

"Beliau menyampaikan bahwa kunjungan beliau ke Imogiri ke simbah ini hanya rasa kemanusiaan. Itu hanya kegiatan yang biasa beliau lakukan," terang dia.

Disinggung adanya penyerahan uang kepada warga seperti yang ada di video, tim kuasa hukum mengatakan bahwa Suharsono-Totok Sudarto tak memberikan.

"Coba tonton video itu dulu, apakah Pak Suharsono yang memberikan uang? Jadi yang memberikan uang itu orang lain. Itu spontan, jadi beda dengan yang dituduhkan dengan perbuatan pidana, jelas tidak ada perbuatan pidana soal pemberian uang," katanya.

Baca Juga:Selesai Sortir, KPU Bantul Temukan Ribuan Surat Suara Rusak

Terpisah, Ketua Bawaslu Bantul Herlina menjelaskan bahwa hari ini Bawaslu melakukan klarifikasi terhadap video yang beredar. Tak hanya video berdurasi 2 menit 15 detik yang diduga adanya money politics oleh Paslon nomor urut 2, tetapi juga video dugaan pemberian sapi yang dilakukan Paslon nomor urut 1.

"Jadi kami memanggil masing-masing Paslon dan saksi terkait video yang beredar. Jadi Paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2 kami periksa karena keduanya membuat laporan juga," terang Herlina ditemui di kantornya.

Ia mengatakan belum bisa mengambil kesimpulan. Pasalnya, dalam pemanggilan itu hanya ada klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran kampanye.

"Masih kami lakukan kajian awal jadi apakah nanti akan mengarah kepada black campaign kami akan melakukan bersama Sentra Gakkumdu. Yang jelas laporan ini sudah masuk dan kami lakukan klarifikasi," ujar Herlina.

Baca Juga:Dugaan Politik Uang di Pilkada Bantul, Pjs Bupati Beri Peringatan ke Warga

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak