Muncul Delirium Gejala Covid-19, Dinkes Sleman: Bisa Cek dengan Mencubit

Sementara ini, gejala yang menonjol pada pasien COVID-19 di Sleman adalah kehilangan kemampuan penciuman dan pengecapan.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 11 Desember 2020 | 16:55 WIB
Muncul Delirium Gejala Covid-19, Dinkes Sleman: Bisa Cek dengan Mencubit
Ilustrasi Covid-19 - (Pixabay/sweetlouise)

Sleman Belum Siap Pembelajaran Tatap Muka

Joko Hastaryo mengatakan, dari evaluasi Dinkes, Sleman dinilai masih belum siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka karena tingkat penularan masih tinggi, seperti 9 provinsi lainnya, termasuk DI Yogyakarta.

Hanya saja Dinkes Sleman tak bisa lebih banyak berkomentar, karena dimulainya tatap muka pada Januari 2021 adalah kebijakan nasional. Yang bisa dilakukan Dinkes hanyalah meminta penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Kalau kita siap menerima kenyataan pasien nambah terus, ya silakan. Ya tenaga kesehatan habis-habisan," ungkapnya, Jumat.

Baca Juga:Sakit Mata dan Berair, Awas Bisa Jadi Gejala Covid-19

Kala ditanya kondisi nakes Sleman saat ini, Joko mengatakan secara umum nakes telah merasa lelah. Sedikit yang patut disyukuri, nakes saat ini lebih berhati-hati dalam merawat pasien COVID-19, sehingga nakes terpapar COVID-19 dari pasiennya jumlahnya sudah lebih sedikit.

Yang saat ini menjadi persoalan yakni jumlah APD nakes yang kurang karena terus terpakai. Namun jumlahnya masih dapat mencukupi kebutuhan hingga akhir Desember 2020.

"Kami berusaha terus untuk melalukan pengadaan. Tapi karena 2020 mau berakhir, jadi kami menunggu 2021 dan harus mengikuti prosedur mekanisme yang ada," ungkap Joko.

APD yang paling dibutuhkan nakes saat ini antara lain hazmat, masker N95, faceshield, kacamata Google, sarung tangan lateks, hingga sepatu boot. Sedangkan untuk APD level 2 yaitu gaun, masker medis, faceshield.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana menuturkan, diperkirakan pembelajaran tatap muka di Sleman dimulai pada 6 Januari 2021.

Baca Juga:Gejala Delirium Covid-19 Jadi Candaan Warganet: Kayak Orang Depresi Ya?

Namun, sekolah tatap muka di 2021 hanya akan dilakukan saat sekolah sudah siap, mulai dari sarana prasarana; pengaturan kapasitas kelas yang tidak boleh lebih dari 50%; mengatur alur keluar masuk siswa; serta mendapatkan izin rekomendasi dari orang tua siswa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak