10 Kapanewon di Sleman Masuk Zona Oranye, 7 Sisanya Masih Merah

Angka penularan Covid-19 di Sleman berada di bawah 1 atau hanya 0,96. Artinya penularan lebih bisa terkontrol.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 01 Januari 2021 | 14:10 WIB
10 Kapanewon di Sleman Masuk Zona Oranye, 7 Sisanya Masih Merah
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyatakan terjadi penurunan status Covid-19 di Sleman yang sebelumnya masuk ke dalam zona merah menjadi zona oranye. Berdasarkan intervensi yang dilakukan Pemkab Sleman melihat penambahan dan kesembuhan kasus Covid-19 dalam periode Senin (28/12/2020) hingga Kamis (31/12/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo, mengatakan bahwa kendati penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama empat hari masih tergolong tinggi yakni 217 kasus, namun di sisi lain kesembuhan pada periode yang sama mencatat jumlah yang lebih banyak yakni 484 orang. 

Sedangkan untuk jumlah pasien yang meninggal sebanyak 7 orang. Dari hasil intervensi yang dilakukan, hasilnya saat ini angka penularan di Sleman berada di bawah 1 atau hanya 0,96. Dengan kata lain penularan lebih bisa terkontrol.

"Jadi status Sleman ada penuruan dari zona merah atau resiko penularan tinggi ke zona oranye atau resiko penularan sedang," kata Joko saat dikonfirmasi awak media, Jumat (1/1/2021).

Baca Juga:Destinasi Wisata di Sleman Saat Malam Tahun Baru Buka Sampai Jam 18.00

Joko menjelaskan saat ini dari 17 kapanewon yang ada di Sleman sebanyak 10 kapanewon tercatat angka penularan Covid-19 berada di bawah 1. Hal itu membuat wilayah-wilayah tersebut diturunkan statusnya dari merah menjadi oranye.

Namun di sisi lain masih ada kapanewon yang menyandang status zona merah. Total 7 kapanewon yang tercatat penularan Covid-19 masih di atas 1.

“Tujuh kapenewon yang masih zona merah itu adalah Cangkringan, Turi, Sleman, Ngaglik, Kalasan, Prambanan dan Mlati,” tuturnya.

Diungkapkan Joko bahwa ada setidaknya tiga parameter yang mempengaruhi angka penularan atau reproduksi kasus Covid-19 tersebut yakni kasus positif, kasus sembuh dan kasus kematian.  Hasil yang telah dijelaskan tadi bahwa 10 kapanewon diketahui dari parameter itu ditemukan penularannya 0-0,99, berbeda dengan 7 kapanewon sisanya yang masih di atas 1.

"Intervensi akan terus dilakukan untuk menekan angka penularan tersebut bisa menjadi di bawah angka satu. Sehingga nanti Sleman secara keseluruhan bisa keluar dari zona merah," ujarnya.

Baca Juga:Geger, Jelang Tutup Tahun 2020 Domba Mata Satu Lahir di Sleman

Diketahui untuk kasus akumulasi Covid-19 di Sleman yang tercatat sampai dengan Kamis (31/12/2020) pukul 18.30 WIB  ada sebanyak 5.012 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 940 orang masih dirawat, dinyatakan sembuh 3.979 orang dan meninggal 93 orang.


Dari jumlah kasus aktif yang masih dalam perawatan tersebut didominasi oleh orang tanpa gejala yakni sebanyak 4.147 orang. Sedangkan 865 orang memiliki gejala baik ringan sedang hingga berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak