Komunitas Sepeda Tinggi Jogja, Rangkul Generasi Muda agar Tetap Rendah Hati

Mengayuh sepeda tinggi bukan berarti untuk pamer, melainkan untuk mengetahui keadaan sekitar orang dengan sudut pandang yang lebih luas.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 24 Januari 2021 | 18:40 WIB
Komunitas Sepeda Tinggi Jogja, Rangkul Generasi Muda agar Tetap Rendah Hati
Komunitas sepeda tinggi Yogyakarta memamerkan sepeda tinggi di wilayah Bantul, Minggu (24/1/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Bersepeda bersama-sama dilakukan juga untuk menguatkan sikap gotong royong. Hal itu menjadi maksud agar generasi muda terutama anggota sepeda tinggi, memahami makna saling menguatkan dan menghormati satu sama lain.

Keberadaan sepeda tinggi di Jogja makin tenar. Hingga kini, ada sekitar 200 anggota. Kebanyakan anggota berada di wilayah Bantul.

Ketertarikan anggota untuk bergabung, tidak lain karena mengendarai sepeda tinggi cukup menantang. Kelihaian mengendarai sepeda tinggi bisa dilakukan hanya dalam satu pekan.

Dalam komunitas yang ada di Jogja, batas ketinggian sepeda berkisar 1-2 meter, maksimal 3 meter. Di atas angka itu, pemilik sepeda disarankan untuk memendekkan.

Baca Juga:Mengenal Komunitas Pit Dhuwur atau Sepeda Tinggi Jogja

Bukan tanpa alasan, berkendara dengan ketinggian di atas 3 meter tentu membahayakan pengendara, termasuk bisa mengganggu orang yang ada di sekitar saat berkendara. Keselamatan paling penting di dalam komunitas ini.

"Kami pernah terjatuh karena menggunakan sepeda tinggi tanpa melihat situasi. Karena berjejer, ada satu pengendara yang hilang keseimbangan karena kakinya tersedia di sadel. Akhirnya kami jatuh, tapi itu menjadi pelajaran bersama," kata dia.

Meski memiliki hampir 200 anggota, tidak semuanya memiliki sepeda tinggi. Adapun anggota yang hanya memiliki sepeda jenis BMX atau sepeda gunung.

Aksi kemanusiaan kerap diagendakan oleh komunitas ini. Bakti sosial untuk korban bencana alam erupsi Gunung Sinabung dan bencana lainnya Sepeda Tinggi Yogyakarta ikut andil.

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan memang sedikit berkurang. Kegiatan berkumpul sudah jarang. Namun begitu, bersepeda dan berkumpul masih dilakukan namun sangat terbatas.

Baca Juga:Viral Bule di Jogja Dagang Mi Ayam, Harga Semangkok Mulai 7 Ribuan

Membuat sepeda tinggi bisa dilakukan oleh masing-masing orang ketika memiliki ilmunya. Di komunitas ini salah seorang mekanik sepeda tinggi, Mandra, menyebutkan, untuk membuat satu buah sepeda tinggi dengan tinggi 1-2 meter, membutuhkan biaya Rp500-700 ribu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak