alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selamatkan Penambang Pasir di Sungai Opak, Hendri Nyaris Tergulung Ombak

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Senin, 01 Februari 2021 | 13:46 WIB

Selamatkan Penambang Pasir di Sungai Opak, Hendri Nyaris Tergulung Ombak
Kakak ipar korban insiden hilangnya penambang pasir, Eko Murtoyo, memberi keterangan kepada wartawan di Pantai Depok, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Senin (1/2/2021). SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora

Saat tiba di lokasi, Hendri hanya menemukan satu penambang pasir yang masih bertahan di atas kapal yang sempat tenggelam.

Saat ini Suhardi masih dalam pencarian. Kapal jukung yang digunakan korban ikut rusak dan pecah.

Salah seorang kerabat Waluyo, Eko Murtoyo (55), mengaku khawatir ketika adik iparnya terlibat dalam insiden tersebut. Beruntung, Waluyo berhasil selamat karena memilih bertahan di atas kapal.

Tim relawan SAR bersiap melakukan pencarian penambang pasir yang hilang di Muara Sungai Opak, Bantul, Senin (1/2/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Tim relawan SAR bersiap melakukan pencarian penambang pasir yang hilang di Muara Sungai Opak, Bantul, Senin (1/2/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Dari dulu dia [Waluyo] tidak bisa berenang. Untungnya kejadian itu diketahui banyak orang dan segera ada tim penyelamat," jelas dia.

Ia mengatakan, saat peristiwa terjadi, banyak pekerja tambang lain yang beraktivitas di sekitar muara Sungai Opak. Saat kejadian, pekerja tidak berani menolong lantaran tak memiliki alat yang memadai.

Baca Juga: Sedang Menambang Pasir, 1 Pekerja Hilang Terseret Muara Sungai Opak

"Lokasi tempat adik saya menambang ini berbahaya karena pertemuan antara aliran sungai dan laut, tetapi saya heran mengapa mereka sampai mendekat ke sana," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa korban Suhardi sebelumnya nyaris tenggelam di lokasi penambangan yang sama. Saat itu dirinya hanya sendiri, tetapi masih bisa selamat dari bahaya.

"Sebelumnya [Suhardi] pernah hampir terseret arus, tapi dia berhasil selamat. Nah sekarang dia lakukan lagi, tetapi nyawanya tidak selamat," kata dia.

Lebih lanjut, Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto menjelaskan, pukul 13.20 WIB, pihaknya masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.

"Pencarian korban [Suhardi] masih kami lakukan. Ada dua tim SRU yang kami bagi untuk mencari korban hilang," jelasnya.

Baca Juga: Kecelakaan di Pelabuhan Tanjunguban, 6 Orang Jatuh ke Laut

Sebelumnya diberitakan, dua penambang pasir terseret arus di muara Sungai Opak, Senin (1/2/2021). Dua korban bernama Suhardi (43) dan Waluyo (53) menambang pada pukul 05.30 WIB.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait