Pandemi Covid-19 Berlarut, Jumlah Orang Stres di Jogja Meningkat

Anak di Sleman mengalami depresi seusai ibunya meninggal lantaran di-Covid-19-kan

Galih Priatmojo
Senin, 08 Februari 2021 | 16:26 WIB
Pandemi Covid-19 Berlarut, Jumlah Orang Stres di Jogja Meningkat
Ilustrasi stres akibat pandemi Covid-19. [Ema Rohimah]

Penurunan kunjungan ini dapat disebabkan banyak faktor. Salah satunya termasuk dengan kekhawatiran masyarakat terpapar Covid-19 apalagi di rumah sakit. 

Itu juga yang menyebabkan masyarakat berpikir untuk tidak melakukan format pelayanan seperti biasa di fasilitas kesehatan  yang ada. Pilihan masyarakat akan sepenuhnya untuk lebih memilih berada di rumah atau meminimalisir kontak dengan orang lain. 

Selain itu meskipun memang belum terbukti karena dampak langsung, namun yang pasti pandemi menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi atau aktivitas ekonomi masyarakat. Sehingga mengakibatkan secara langsung menurunnya daya beli dan membuat orang juga menjadi berhemat. 

"Jadi untuk orang yang ke rumah sakit kalau yang masih bisa ditunda meskipun biaya rumah sakit itu difasilitasi atau ditanggung oleh BPJS tapi tetap ada uang untuk transpor dan lainnya. Itu yang menyebabkan kunjungannya menurun," ujarnya. 

Baca Juga:Kasus Covid-19 di DIY Tembus 21.254, Sri Sultan Curhat Begini

Akhmad memaparkan pasien yang dirawat inap sepanjang tahun 2019 sejumlah 1485 orang sementara di tahun 2020 turun menjadi 1484. Jika dilihat dari penurunan selama setahun itu dapat dikatakan masih relatif stabil.

Liputan khas ini dikerjakan reporter SuaraJogja.id: Muhammad Ilham Baktora dan Hiskia Andika Weadcaksana

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak