Bau limbah yang menyengat membuat proses belajar anak-anak sekolah dasar juga terganggu. Lokasi SD N Soka memang berbatasan langsung dengan kawasan sendang Kemuning. bau menyengat ini sudah lama dikeluhkan oleh guru guru maupun murid.
"Sebelum Pandemi, saat masih proses belajar tatap muka, setiap hari dalam proses helajar mengajar, kami sangat terganggu dengan bau yang menyengat seperti ini," ujar Kepala Sekolah SD Soka 1, Sutini.
Sendang Kemuning menurut cerita tutur adalah sendang yang berumur tua, bahkan menurut Mbah Slamet(63), salah seorang tetua Padukuhan Soka, keberadaan sendang erat kaitannya dengan sejarah awal atau cikal bakal Padukuhan Soka.
"Kyai Tunggul Wulung dipercaya sebagai cikal bakal dari wilayah Soka, dan cerita tutur yang saya terima, Kyai Tunggul Wulung ini, lebih tua dari Ki Ageng Giring," cerita Mbah Slamet.
Baca Juga:BBPOM Yogyakarta Sebut Cemilan Tradisional Gunungkidul Dianggap Berbahaya
Menurut mbah Slamet, kawasan sendang Kemuning ini dulu pernah dibangun atau dipugar oleh pihak Keraton Yogyakarta. Ia masih ingat, bangunan sendang ini dibangun oleh Keraton Yogya, sekitar tahun 1951, dulu di "cungkup" bangunan ada tulisannya, tetapi sekarang sudah hilang.
"Kemarin ada orang yang akan mengambil air sendang untuk suatu syarat kepentingan spritual atau pengobatan tapi tidak jadi karena mendapati air sendang sudah tercemar,"keluhnya.
Cucu Sri Sultan HB VIII, Gusti Kukuh Hestriyaning ketika dikonfirmasi membenarkan adanya sendang yang penting bagi sejarah Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Sendang Kemuning yang rusak karena pencemaran limbah pabrik tahu. Ia menyesalkan kondisi tersebut.
"Saya sudah mengeceknya. Kita lihat apakah bisa kita rehabilitasi lagi,"ujarnya.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Selama Ramadan, di Gunungkidul Sudah Ada 10 Sepeda Motor Hilang Dicuri