Uang Proyek Tak Kunjung Cair, Puluhan Supir Truk Gerudug Kalurahan Getas

Lurah Getas tak tahu uang yang dianggarkan untuk pembelian material.

Galih Priatmojo
Senin, 10 Mei 2021 | 12:19 WIB
Uang Proyek Tak Kunjung Cair, Puluhan Supir Truk Gerudug Kalurahan Getas
Puluhan supir truk demo ke Kalurahan Getas Gunungkidul menuntut pencairan uang proyek pengadaan material. Senin (10/5/2021). [Kontributor / Julianto]

SuaraJogja.id - Puluhan sopir truk dump mendatangi kantor Kalurahan Getas, Senin (10/5/2021) siang. Mereka menuntut pembayaran uang pembelian material yang telah dilakukan oleh pihak kalurahan tersebut. Mereka datang sembari membawa armada truk dan memarkirnya di jalan Playen -Dlingo yang berada di depan kantor kalurahan.

Para sopir terpaksa menggeruduk kantor kalurahan Getas karena sudah jengah dengan perilaku oknum pamong kalurahan tersebut. Pasalnya sejak bulan Desember 2020 lalu, pembayaran uang proyek belum dilaksanakan pihak kalurahan.

Purwanto (32) salah seorang sopir truk mengatakan, para sopir datang ke kantor kalurahan menuntut pembayaran pembelian material berupa batu, tanah urug dan juga pasir. Material tersebut digunakan untuk proyek rehabilitasi  lapangan sepakbola kalurahan getas.

Proyek tersebut adalah kegiatan tahun 2020 yang lalu dan telah selesai dilaksanakan. Sebenarnya sesuai kesepakatan pembayaran akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2020 yang lalu. Namun kenyataannya ternyata hingga saat ini, bulan Mei 2021 belum juga dibayarkan.

Baca Juga:Dua Pelaku Curanmor di Gunungkidul Diamankan, Satu Lainnya Masih Buron

"Setiap ditagih selalu mundur dan mundur,"ujar Purwanto, Senin (10/5/2021).

Setidaknya ada 20 sopir yang menyuplai kebutuhan material dalam proyek lapangan Sepakbola setempat. Masing-masing sopir menyuplai kebutuhan material yang berbeda karena tergantung jumlah yang dikirim. Namun Purwanto mengatakan rata-rata sopir menanggung kerugian Rp 15 hingga Rp 20 juta.

Purwanto menjelaskan harga tanah urug untuk proyek tersebut sebesar Rp 400 ribu, pasir Rp 1,5 juta dan batu sebesar Rp 700 ribu. Jika ditotal keseluruhan nilai material yang harus dibayarkan mencapai Rp 140 juta. Pihak sopir menuntut agar segera dibayarkan sehingga mereka tetap bisa beroperasi.

"Karena untuk memenuhi material itu kami juga harus modal. Itu juga duit hutang,"tambahnya.

Mereka bingung karena sudah berkali-kali datang ke kalurahan tersebut namun hanya janji yang didapatkan. Pihak kelurahan sendiri saling melempar tanggung jawab antara lurah dengan pamong desa yang mengurusi proyek tersebut.

Baca Juga:Tercemar Limbah Tahu, Sendang Bersejarah di Gunungkidul Tercium Bau Busuk

Penggarap proyek, Gayul mengatakan, ia diminta Lurah setempat, Pamuji dan staf Bendahara, Dwi Hartanto untuk mengerjakan proyek lapangan Desember lalu. Adapun jalan talud lapangan yang dikerjakan 232 meter dengan lebar 4 meter. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak