“Sangat keras ledakanya, sayapun langsung lemas karena mempunyai riwayat penyakit jantung,” kata Warti.
Menurut Warti, instalasi rangkaian tabung yang meledak harganya bisa mencapai puluhan juta. Jika ditambah dengan kerusakan bangunan, diperkirakan pasangan tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
“Satu tabung harganya sekitar Rp25 juta. hampir separuhnya rusak berat dan rata dengan tanah. Belum lagi kami kehilangan pendapatan yang tidak tahu sampai kapan. Kalau pendapatan kotornya sehari sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta,” ceritanya.
Pasca kejadian, Warti mengaku kebingungan untuk bisa mencari nafkah. Saat ini, tak ada pendapatan lain selain menjual tahu yang diproduksinya. Sehingga kemudian, dengan rusaknya sejumlah alat yang digunakan ini, ia tak tahu bagaimana caranya untuk melanjutkan usahanya.
Baca Juga:Sambut HUT RI, Sopir Kendaraan Pengangkut Ayam Gelar Upacara Bendera di Lanud Gading
Petugas Pelaksana Kapolsek Karangmojo, Iptu Rahyono mengakui terlambat mengetahui peristiwa tersebut. Karena kejadian naas yang menimpa pasangan lansia ini baru dilaporkan 2 hari kemudian.
"Kami tetap mendata karena terdapat korban luka luka dan kerugian material dilokasi kejadian. Kami tetap melakukan langkah langkah pengamanan, karena hal ini sudah menjadi tanggung jawab Polsek Karangmojo”, kata Rahyo.
Meski demikian, ia menyayangkan terhadap pemilik maupun perangkat Desa yang ada karena tak segera melaporkan kejadian tersebut sebelumnya. Namun, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dapat memberikan bantuan kepada korban.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:7 Pelajar Pelaku Perusakan Bendera Merah Putih di Gunungkidul Dikenakan Wajib Lapor