Ditanya terkait dengan ganti rugi yang diterima warga lain, Gudadi tidak bisa menyebutkan secara pasti. Namun diperkirakan nominalnya pun juga mencapai miliaran rupiah.
"Ya itu mungkin tidak sama. Jadi hanya untuk ganti rugi aja. Ada yang Rp4 miliar, Rp8 miliar, ada juga yang Rp1 miliar atau di bawahnya. Ya lihat-lihat keadaan," sebutnya.
Gudadi tidak menampik sudah ada banyak sales kendaraan baik motor atau bahkan mobil yang berkeliaran di wilayah Sanggrahan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia dan warga lain tidak tergoda dan justru lebih memprioritaskan untuk membeli tanah atau rumah pengganti.
"Ya (sales kendaraan) baru seperti lihat-lihat keadaan. Baru keliling. (Kalau saya) Belum tertarik beli mobil. Masih untuk mikir tempat tinggal sisanya ditabung untuk anak-anak masa depan," tandasnya.
Baca Juga:Terdampak Pembangunan Tol, Padukuhan di Sleman Ini 'Hilang' Sampai 50 Persen
Sementara itu salah seorang warga Sanggarahan yang tidak terdampak pembangunan tol, Mujiati mengaku juga belum ada perubahan yang signifikan. Baik dari warga yang terdampak atau dari wilayah Sanggrahan sendiri.
"Ngga ada perubahan yang gimana-gimana, ya ada perubahan sih sepi paling. Mungkin nanti langsung panas gitu. Rata-rata juga masih membangun (rumah baru) di sebelahnya deket sini," kata Mujiati.
Mujiati juga tidak iri dengan kondisi beberapa warga yang terdampak tol menjadi miliarder. Ia bahkan bersyukur tidak terkena dampak pembangunan tol.
"Engga, engga ada warga yang iri biasa aja. Saya juga milih tidak kena tol," tuturnya.
Jogoboyo (Kasi Pemerintahan) Kalurahan Tirtoadi Heky Prihantoro menuturkan untuk di wilayah Tirtoadi sendiri tercatat ada 5 pedukuhan terdampak proyek tol Jogja-Bawen. Salah satu lokasi paling banyak terdampak yakni di pedukuhan Sanggrahan.
Baca Juga:Ganti Rugi Tol, Banyak Sales Kendaraan Bermotor Serbu Kampung Miliarder Baru di Sleman
"Kalau Sanggrahan hampir secara wilayah administrasi hampir separuh hilang untuk jalan tol yang Jogja-Bawen," kata Heky ditemui awak media di Kantor Kalurahan Tirtoadi, Jumat (3/9/2021).