alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Peserta Vaksin Covid-19 Komplain Ditolak Puskesmas, Begini Penjelasan Dinkes Sleman

Galih Priatmojo Selasa, 07 September 2021 | 14:03 WIB

Peserta Vaksin Covid-19 Komplain Ditolak Puskesmas, Begini Penjelasan Dinkes Sleman
Vaksinasi Covid-19 menyasar pelajar di lima sekolah di SMP Negeri 4 Sleman, Selasa (31/8/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Beredar info bahwa ada peserta vaksin Covid-19 yang ditolak

SuaraJogja.id - Media sosial diramaikan dengan komplain calon peserta vaksin Covid-19 yang mendaftar lewat program vaksinasi massal di sebuah hotel area Ringroad Utara. Atas adanya komplain tersebut, Dinas Kesehatan Sleman beri penjelasan.

Kabid Pencegahan, Pengendalian dan Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni menjelaskan, vaksinasi JW Marriot telah berlangsung tiga bulan lalu. Para peserta  yang mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca itu, dijadwalkan akan menerima dosis kedua vaksin Covid-19 pada 12 pekan setelahnya.

Novita menyebut, merujuk pada rentang waktu yang ditentukan, maka peserta dijadwalkan menerima suntikan kedua pada 13 September 2021.

"Karena pihak JW Marriot ada rehab hotel, sehingga tidak memungkinkan ada vaksinasi di sana. Peserta dipindah ke Jogja City Mall," ucapnya, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Pemkab Sleman Kejar Kekebalan Komunal Akhir September

Kala disinggung perihal informasi adanya  peserta yang dipindah untuk menerima vaksin ke Puskesmas Depok II namun justru ditolak, Novita membantahnya.

Ia menerangkan Puskesmas II tidak menolak calon peserta vaksinasi. Melainkan Puskesmas tahu pasien tersebut berasal dari pengajuan vaksin massal JW Marriot, tapi Puskesmas tidak siap. Baik dari vaksin maupun petugas. Karena mereka hanya ketempatan [ditumpangi] akunnya.

"Ketika pelaksanaan vaksinasi dosis pertama di JW Marriot, akun yang digunakan adalah tiga Puskesmas [Depok I, II, III]. Sehingga secara otomatis, dosis kedua dari masing-masing peserta akan dilaksanakan sesuai akun tadi, barangkali ada di Puskesmas Depok I, II atau III," jelas Novita.

Namun demikian, pihaknya mengaku sudah menyampaikan di semua kegiatan massal, bahwa data peserta disesuaikan dengan akun yang digunakan.

Pada waktu itu, Dinkes Sleman belum ada akun sentral vaksin, lanjutnya. Sehingga yang tertulis pada pengumuman vaksin yang diterima oleh peserta adalah ketika Puskesmas tadi sebagai lokasinya.

Baca Juga: Dispar Sleman Pastikan Objek Wisata di Wilayahnya Masih Tutup, Tunggu Instruksi Pusat

Ia melanjutkan, waktu pelaksanaan vaksinasi dosis pertama, Dinkes juga telah menyampaikan bahwa pelaksanaan dosis kedua tempatnya sama, tapi tetap pelaksanaannya menunjuk Puskesmas. Karena otomatis sesuai dengan akun yang digunakan saat mendaftar.

"Tapi secara lisan kami sudah menyampaikan dosis kedua pelaksanaannya tempatnya sama. Kecuali yang di JW Marriot hotel tersebut baru rehab, sehingga kami harus memindahkan," ungkapnya.

"Kami mohon masyarakat yang kemarin melaksanakan vaksin dosis pertama di Hotel JW Marriot, mohon untuk segera nanti bisa datang ke Jogja City Mall sesuai jadwal masing-masing. Agar tidak terjadi gerombolan," pinta Novita.

Dinkes Sleman sebisa mungkin menjadwalkan vaksinasi di tempat yang sama bagi pesertanya, baik dosis pertama maupun dosis kedua.

"Agar sasaran tidak kebingungan. Karena kebetulan sasaran cukup banyak saat itu sekitar 10.000 di JW Marriot. Tapi karena lokasi tak mungkin kami gunakan lagi, maka kami pindahkan ke JCM.
Dan kami juga sosialisasikan ke masyarakat," tandasnya.

Diketahui, di sebuah laman instagram akun newpudewainsta yang diunggah empat hari lalu, ada sebuah poster digital berlatar belakang warna merah disertai tulisan berikut:

Saat ini Puskesmas Depok II hanya melayani vaksinasi dosis 2 Astra Zeneca dari Padukuhan, dan tidak melayani vaksinasi dosis 2 dari Hotel JW Marriot.

Demikian informasi yang bisa kami berikan, terimakasih atas perhatiannya.

Ttd
Koordinator Tim Vaksinasi Covid 19 Pudewa

Selain itu, di laman media sosial Facebook muncul komplain dari sebuah akun grup. Dalam laman tersebut, tertulis keluhan seperti berikut:

Carut Marut Birokrasi di Negeri ini.

Di saat ada gembar gembor Vaksinasi dari atasan, ternyata Realitanya dilapangan sebobrok ini.

Kronologi:

Adanya vaksinasi massal disalah satu hotel berbintang di Jogja dengan melibatkan ribuan peserta. Sernua tahu setelah divaksin tahap 1, pasti akan mendapat sms untuk vaksin tahap 2 nya, termasuk lokasi dan tanggal.

Nah rombongan ini, hampir mayoritas mendapat sms untuk memdapat Vaksin dosis 2 di salahsatu puskesmas di Depok.

Tapi giliran waktunya datang, apa yang terjadi? Bisa dilihat di Gambar. Instansi tertunjuk Seolah lepas tangan tidak mau tahu. Dengan alasan ditunjuk sepihak. Kt memang dari awal tidak sanggup ya jangan mau.

Lalu sama mereka masalah ini Dilemparkan ke Dinkes Sleman. Sampe detik ini dinkes Slemannya juga Sangat Tidak Informatif, tidak solutip. Mengelola media 2.0 seperti mengelola media 1.0.

Instagram komen dm gak direspon. 4 hari lalu

Lalu harus bagaimana nasib ribuan orang ini. Kok seperti terkatung2 tanpa kejelasan. Sementara birokrasinya seperti biasa, saling lempar.

Semoga setelah postingan ini, para pihak yg bersangkutan bisa terbuka.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait