alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

DisparBeri Pendampingan Desa Wisata di Sleman untuk Persiapan Beroperasi di Masa Pandemi

Galih Priatmojo Jum'at, 17 September 2021 | 08:06 WIB

DisparBeri Pendampingan Desa Wisata di Sleman untuk Persiapan Beroperasi di Masa Pandemi
Desa Wisata Ledok Sambi untuk opsi libur akhir tahun (Instagram @ledoksambi)

Dinas Pariwisata Sleman dorong sejumlah Desa Wisata bisa mendapatkan CHSE

SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mulai dampingi desa wisata menuju kesiapan ujicoba beroperasi di masa pandemi Covid-19. 

Sekretaris Dispar Sleman Eka Pristiana Putra mengatakan, pendampingan itu bukan hanya dilakukan untuk mendapatkan sertifikat CHSE, melainkan juga QR Code aplikasi PeduliLindungi. 

"Terutama untuk pelaku wisata yang berbasis masyarakat. Dalam hal ini utamanya desa wisata," terangnya, Kamis (16/9/2021). 

Eka menambahkan, OPD lain terkait dalam hal ini Diskominfo Sleman juga mendukung upaya tersebut lewat program mereka, --salah satunya jaringan sinyal internet--, supaya destinasi itu bisa tertangani. 

Baca Juga: Kunjungi Tebing Breksi, Bupati Sleman Sempat Terkendala Sinyal Saat Scan PeduliLindungi

"Herd immunity pengelola juga kami perluas, harapan kami memang prioritas pada pengelola. Tetapi silakan anggota keluarga dan tetangga juga [divaksin]. Karena mereka ada di kawasan destinasi wisata," ucapnya. 

Sementara itu Kepala Dispar Sleman Suparmono menyebut, pelaku wisata di Sleman sudah ada lebih dari 97% pengelolanya yang tervaksin Covid-19.

Mereka berasal dari destinasi yang dikelola unsur swasta, berbasis masyarakat dan pemerintah. Khususnya 21 destinasi wisata diajukan ke kementerian. 

Pengelola Desa Wisata Lembah Sempor Dudung Laksono mengaku, pihaknya membutuhkan peraturan operasional destinasi wisata yang benar-benar akurat.

"Kalau dari Dispar kami sudah punya sertifikasi laik beroperasi di masa pandemi. Tapi kebanyakan di tempat saya makrab, outbond dan aktivitas outdoor lainnya yang berkaitan dengan jumlah peserta yang banyak," ungkapnya. 

Baca Juga: DItarget Vaksinasi Kelar Oktober Mendatang, Begini Siasat Dinkes Sleman

"Kalau [tabrakan] dengan aturan kepolisian ya nanti kena kerumunan. Jadi susah mau nerima nanti dibubarkan," lanjutnya. 

Ia mengatakan, pengelola wisata juga tak berkeberatan dengan adanya aplikasi PeduliLindungi yang menjadi akses masuk bagi wisatawan. 

Apalagi, sinyal internet di wilayahnya sudah cukup baik dan tambah tercakupi melalui sinyal jaringan internet dari provider tertentu, di rumah warga setempat. 

Demikian halnya dengan vaksin, sebanyak 16 anggota tim pengelola sudah divaksin Covid-19. Warga di dusun lokasi destinasi wisata berada juga hampir semuanya telah tervaksin. 

"Kami sangat siap [beroperasional], sudah beberapa kali di masa pandemi kami menolak tamu," ujarnya.

Selain menunggu informasi lebih jauh dari pemerintah daerah, pengelola Sempor juga terus memantau informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat grup percakapan WhatsApp.

"Kami berharap destinasi wisata seperti kami segera bisa menerima tamu," ucapnya.

Pasalnya, selama pandemi, desa wisata Sempor kerap menolak wisatawan. Berujung minimnya pendapat. Hal itu mendorong para pengelola harus mencari alternatif mata pencaharian lain. Mulai dari bertani, menanam cabai dan lainnya.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait