![Mohammad Sulkhi Mubarok menunjukkan olahan salak berbentuk pie bernama Paidjo ditemui wartawan di kediamannya, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (2/10/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/03/95849-pie-salak.jpg)
“Jadi ada opsi lain selain bakpia. Jogja terutama di Sleman kan punya salak, maka buah atau olahan salak ini bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Jogja ke depan,” terang Mubarok.
Usaha Paidjo miliknya masih terdaftar sebagai UMKM. Dalam sehari dirinya bisa membuat 15-20 pcs pie salak.
Selain pie salak, ada varian pie lainnya yang ditawarkan, seperti pie pisang almond dengan taburan keju, ada juga pie nanas. Mubarok menjual dengan harga mulai Rp45-49 ribu.
“Ya sekarang masih home industri, saya optimistis usaha ini bisa menjadi besar. Memang perlu lebih banyak daya serap Salak untuk produksinya. Tapi saya yakin ini bisa berkembang karena tujuannya memang baik ke depan karena untuk mendukung kearifan lokal juga,” ujar Mubarok.
Baca Juga:Senin Besok, ANBK Jadi Awal Pembelajaran Tatap Muka SMP di Sleman