Tidak Sepenuhnya Musnah, Ini Koleksi Patung-patung Soeharto di Monumen Jogja Kembali

Gatot menyebut patung soeharto tidak ada wujudnya lagi.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 03 Oktober 2021 | 13:59 WIB
Tidak Sepenuhnya Musnah, Ini Koleksi Patung-patung Soeharto di Monumen Jogja Kembali
Koleksi diorama-diorama yang di dalamnya terdapat patung Letkol Soeharto di Monumen Jogja Kembali (Monjali). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Publik belum lama ini diramaikan dengan pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengenai ada penyusupan pendukung PKI di korps TNI. Menyusul pembongkaran tiga patung di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataannya Gatot juga menyebut patung-patung Soeharto saat ini sudah tidak ada wujudnya lagi. Namun tudingan itu tidak sepenuhnya benar.  

Contohnya saja yang berada di Monumen Jogja Kembali (Monjali) yang berlokasi Ngaglik, Sleman. Di museum itu masih ada sejumlah patung Soeharto yang terawat dengan baik.

Manager Operasional Monjali Nanang Dwi Narto menjelaskan patung-patung Soeharto memang masih ada di dalam beberapa diorama di museum itu. Walaupun memang saat Pak Harto belum menjabat sebagai presiden RI.

Baca Juga:Soal Tudingan Gatot Nurmantyo, Ketum PKB: Sudahlah, PKI Masa Lalu!

Selain itu beberapa patung Soeharto itu tidak berdiri sendiri saja. Melainkan masih bersama sosok lain seperti Presiden Soekarno hingga Jendral Soedirman yang tergabung dalam sebuah diorama.

"Kita tidak milik tokoh satu saja tapi milik tokoh TNI dan masyarakat yang terlibat di serangan umum 1 Maret 1949. Itu gambaran gotong-royong antara TNI dan rakyat waktu itu," kata Nanang kepada awak media, Minggu (3/10/2021).

Jika khusus pada sosok Soeharto, kata Nanang, setidaknya ada tiga patung yang muncul dalam tiga diorama berbeda dari total 10 diorama di Monjali. Saat itu Soeharto masih berpangkat Letnal Kolonel (Letkol). 

Ia menyebut bahwa patung-patung yang berada di dalam diorama itu juga dibuat seukuran manusia. Ceritanya sendiri menggambarkan peristiwa awal saat pasukan Belanda menyerbu Maguwoharjo, Sleman hingga ditutup dengan upcara peringatan kemerdekaan Indonesia di Gedung Agung, Yogyakarta

"Total ada 10 adegan dari peristiwa Belanda menyerbu Maguwo hingga HUT RI ke 4 di Gedung Agung," tuturnya.

Baca Juga:Goreng Isu PKI, Gatot Nurmantyo Dicolek Istana: Tidak Terlalu Arif dari Seorang Pak Gatot

Lebih lanjut, dijelaskan Nanang, patung Pak Harto itu pertama muncul pada diorama ke lima. Saat itu dikisahkan Letkol Soeharto tengah melakukan konsolidasi dan pembentukan sektor-sektor pertahanan di Desa Ngotho, Bantul tepatnya pada September 1948.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak