Diam-diam Awasi Destinasi Wisata yang Uji Coba Dibuka, Ini Temuan Kepala Dispar Sleman

Kepala Dispar Sleman lakukan pengawasan terhadap prokes di destinasi wisata yang baru saja dibuka

Galih Priatmojo
Selasa, 05 Oktober 2021 | 18:07 WIB
Diam-diam Awasi Destinasi Wisata yang Uji Coba Dibuka, Ini Temuan Kepala Dispar Sleman
Wisatawan diminta scan barcode PeduliLindungi saat akan masuk ke Tebing Breksi, Kamis (16/9/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata Sleman masih terus mengevaluasi penerapan uji coba pembukaan destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengaku menyempatkan diri untuk keliling ke sejumlah objek wisata di Sleman yang sudah resmi dibuka, terutama di akhir pekan.

Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap penerapan protokol kesehatan pada destinasi wisata. Secara umum, kendati menyadari  penerapan prokes berujung pada minimnya jumlah kunjungan, objek wisata yang sudah buka sudah menerapkan prokes dan aturan uji coba dengan baik.

"Saya kadang nongkrong jauh begitu cuma foto-foto, bener gak itu [pengelola] nyetop anak 12 tahun tidak boleh masuk. Faktanya gitu" ujarnya, kala ditemui wartawan, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga:Emosi Akibat Sering Rewel, Ayah Tiri di Sleman Nekat Sudut Lidi Panas ke Bibir Anaknya

"Tidak ada di dalam wisata anak kecil, tidak ada. Jadi mereka taat," terangnya.

Selain itu, jumlah wisatawan yang ditolak masuk ke objek wisata juga masih berjumlah seratusan. Mereka bukan saja berasal dari DIY, melainkan juga dari wilayah sekitarnya seperti Magelang, Klaten dan daerah lainnya.

Wisatawan yang ditolak berkunjung, khususnya dikarenakan tak bisa membawa masuk anak di bawah 12 tahun, tidak memindai QR Code Pedulilindungi banyak yang masih menggerutu dan menunjukkan kekecewaannya.

"Kami akan suarakan terus, supaya anak yang [di bawah] 12 tahun enggak masuk. Sosialisasi harus lebih gencar lagi, masih banyak wisatawan yang belum paham kebijakan Pedulilindungi ini," ujarnya.

Suparmono menilai, ketaatan terhadap prokes dan aturan uji coba harus diterapkan oleh pengelola, karena pembukaan objek wisata dan destinasi wisata lainnya di Sleman, bergantung pada tiga objek wisata yang sudah buka sekarang.

Baca Juga:Anak Difabel di Sleman Dianiaya Pengasuh, Diborgol Hingga Disiram Air Panas

"Kalau tiga ini [Keraton Ratu Baka, Tebing Breksi, Merapi Park] berhasil, yang lain akan ikut [buka]. Kan kita komitmen, ketika masih uji coba ya harus kita taati," ungkapnya.

Kala ditanya jumlah kunjungan wisatawan, Suparmono menyebut jumlah kunjungan relatif meningkat dibanding pekan-pekan sebelumnya. Namun demikian, jumlahnya belum mencapai ribuan.

"Baka [Keraton Ratu Baka] kurang dari 500 pengunjung pada Sabtu-Minggu. Hari biasa paling 100 [pengunjung]," ucapnya.

Ia mengakui, jumlah pengunjung di objek-objek yang sudah resmi buka memang terbatas. Penyebabnya antara lain penerapan pindai kode batang Pedulilindungi, kebijakan pelat ganjil genap, larangan masuk bagi anak berusia 12 tahun ke bawah.

"Ya itu yang membatasi. Pemerintah membatasi mobilitas warga lewat itu," tuturnya.

155 Usaha Pariwisata Sudah Miliki CHSE

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak