Jalan-Jalan di Kampung Ketandan, Wisata Sambil Belajar Hargai Perbedaan

Di Kampung Ketandan, aneka bangunan yang memiliki perpaduan gaya Tionghoa, Jawa, dan Eropa mudah ditemukan.

Eleonora PEW
Selasa, 05 Oktober 2021 | 20:33 WIB
Jalan-Jalan di Kampung Ketandan, Wisata Sambil Belajar Hargai Perbedaan
Tan Jin Sing, Sosok Tersohor di Kampung Ketandan Yogyakarta

SuaraJogja.id - Berlokasi masih dekat dengan Malioboro, Kampung Ketandan cukup terkenal bagi wisatawan.

Walaupun skeilas tampak didominasi dekorasi khas Thionghoa, Kampung Ketandan nyatanya lebih dari sekadar pecinan atau chinatown.

Ketua RW setempat, Tjundoko, mengungkapkan, Kampung Ketandan lebih tepat disebut sebagai pecinan peranakan.

Hal ini dikarenakan orang-orang yang tinggal di Ketandan sebenarnya adalah peranakan, hasil dari perkawinan dan akulturasi dua budaya.

Baca Juga:Keseringan ke Gumuk Pasir, Zaskia Adya Mecca Jadi Jago Sand Boarding

Orang-orang Tionghoa sendiri diperkirakan sudah ada di Nusantara sejak lebih dari 1.000 tahun silam. Meski kerap disebut pendatang, namun sesungguhnya mereka sudah berakulturasi dengan budaya sekitar.

"Inilah yang harus dipahami. Kenapa saya sampaikan ini, kenapa kita berbicara peranakan, karena kita sudah berakulturasi," jelas Tjundoko dalam wawancara bersama Guideku.com--jaringan SuaraJogja.id.

Bukti-bukti akulturasi antara budaya Tionghoa dengan budaya lain memang dapat ditemukan jelas di Ketandan. Di sini, aneka bangunan yang memiliki perpaduan gaya Tionghoa, Jawa, dan Eropa mudah ditemukan.

Suasana Kampung Ketandan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (21/11/2019) - (SUARA/Baktora)
Suasana Kampung Ketandan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (21/11/2019) - (SUARA/Baktora)

Begitu pula halnya dengan penduduk di Kampung Ketandan. Salah satu nama yang legendaris adalah Tan Jin Sing.

Tan Jin Sing adalah Kapitan Tionghoa yang beragama muslim dan dulunya memiliki rumah di area Kampun Ketandan.

Baca Juga:Wisatawan dan Perantau Merapat, Kenali 5 Istilah khas Jogja Ini biar Enggak Gagal Paham

Dari Kampung Ketandan dan sosok Tan Jin Sing inilah, kita bisa belajar untuk lebih menghargai berbagai macam suku dan kebudayaan yang ada di Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak