"Ini nantinya program setiap tahun untuk melihat kinerja sekolah melalui asesmen. Setelah ANBK usai, Kemendikbudristek akan mengeluarkan rekomendasi," kata dia.
Rekomendasi sendiri berupa level yang berbeda-beda, mulai dari intervensi khusus (level bawah), kedua dasar, ketiga cakap dan keempat mahir.
"Sehingga tiap tahun sekolah memiliki tugas memperbaiki hasil tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Perbaikan sendiri akan ada rekomendasi dari kementerian," terang dia.
Sementara Petugas Monitoring dan Evaluasi (Monves) Asesmen Nasional, Direktorat SMP Kemendikbudristek, Nunik Sugesti mengatakan bahwa asesmen nasional yang pertama kali digelar ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di indonesia.
Baca Juga:BBTKLPP Berikan Bantuan Mobil Laboratorium Tes COVID-19 Kepada Pemkot Yogyakarta
"Ini salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatannya sendiri dilakukan dengan cara memotret kompetensi siswa dan perbaikannya melalui perbaikan kualitas pembelajaran berdasarkan asesmen nasional ini," kata dia.
Pemilihan kelas 8 sendiri karena jenjang tersebut dinilai sudah cukup lama menempuh pendidikan di sekolah. Selain itu, siswa masih menempuh pendidikan di kelas 9.
"Kalau kelas 7 kan baru awal masuk ke sekolah y, sementara kelas 9 dia segera lulus dan pindah sekolah. Maka dipelihara kelas 8 untuk mengikuti asesmen nasional itu," kata Nunik.
Hasil asesmen sendiri lanjut, Nunik akan dibagikan sekitar akhir tahun 2021 nanti. Sehingga bisa menjadi perbaikan di masing-masing sekolah seluruh Indonesia.
Baca Juga:Yayasan Biennale Yogyakarta Tampilkan Pameran Arsip Khatulistiwa Berbasis Teknologi