alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sesosok Mayat Ditemukan di Bawah Jembatan Sungai Sempor, Korban Diketahui Pensiunan AD

Galih Priatmojo Senin, 11 Oktober 2021 | 15:23 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan di Bawah Jembatan Sungai Sempor, Korban Diketahui Pensiunan AD
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

Mayat ditemukan di sungai Sempor

SuaraJogja.id - Sesosok mayat ditemukan di pinggir sungai Sempor, Dukuh, Donokerto, Turi, Senin (11/10/2021) siang. 

Kapolsek Turi AKP Aditya Permana mengatakan, tim identifikasi kepolisian telah mendatangi lokasi ditemukannya mayat tersebut pada sekitar 12.30 WIB. 

Teridentifikasi bahwa korban berinisial JA, warga Ngaglik yang berusia sekitar 59 tahun. 

"Informasi terakhir korban merupakan pensiunan personel angkatan darat," kata dia, Senin. 

Baca Juga: Objek Wisata di Sleman Ramai Pengunjung, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Masuk

Aditya menerangkan, diperkirakan mayat korban kali pertama ditemukan oleh rekannya pada pukul 10.00 WIB. Kemudian rekannya itu meminta bantuan warga sekitar yang saat itu sedang bertani, untuk mengevakuasi korban. 

"Setelah itu dilaporkan ke Polsek dan langsung kami berkoordinasi dengan Puskesmas, Kalurahan, Koramil dan memeriksa apakah ada yang lain terkait dengan temuan lain yang ada pada diri korban. Tidak ditemukan," ungkap Aditya. 

Ia menambahkan, dari identifikasi pihak Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda seperti terjatuh, terpeleset maupun tanda-tanda tindak kekerasan dari tubuh korban.

"Hasil swab korban dinyatakan negatif," ucapnya.

Untuk saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka di Ngaglik, dijemput keluarga korban. Barang pribadi korban termasuk motor telah diamankan di Mapolsek Turi. 

Baca Juga: Sejumlah Puskesmas Sleman Mulai Beri Suntikan Pfizer, Masih Ada Masyarakat yang Takut

Di kesempatan yang sama, Aditya enggan membenarkan informasi yang beredar bahwa korban sedang menjalankan ritual bertapa di sungai tersebut. 

"Karena ditemukan di bawah tidak berbusana, itu mungkin untuk berendam atau mandi. Dari saksi atau teman korban itu mau mandi, bilangnya seperti itu," ungkapnya. 

"Kami masih belum bisa mengatakan tersebut [bertapa], karena kalau memang bertapa pastinya menggunakan busana atau masih hidup. Sementara saksi bilang hanya berendam di situ," imbuh Aditya, seraya mengulang informasi.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait