alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Revitalisasi Benteng Wetan Keraton, Warga Jalan Kenekan Juga Harus Angkat Kaki Desember

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:55 WIB

Revitalisasi Benteng Wetan Keraton, Warga Jalan Kenekan Juga Harus Angkat Kaki Desember
Sebuah pintu berbahan seng (warna hijau) menutup lokasi pembangunan Benteng Wetan Keraton Yogyakarta di Jalan Mangunnegaran, Kelurahan Penembahan, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja, Rabu (13/10/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Warga yang rumahnya berlokasi di sepanjang Masjid Mangunnegaran ke barat hingga Plengkung Wijilan harus segera pindah.

SuaraJogja.id - Berlanjutnya revitalisasi Benteng Wetan Keraton Yogyakarta ikut berdampak terhadap warga di sekitar Plengkung Wijilan, Kota Jogja, tepatnya di Jalan Kenekan. Warga yang tinggal di wilayah tersebut harus segera angkat kaki pada Desember 2021.

Ketua RT 71/RW 17 Jalan Kenekan, Kalurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Mayar mengatakan bahwa beberapa bulan lalu Pemda DIY sudah melakukan sosialisasi.

"Iya itu satu paket (dengan warga di Jalan Mangunnegaran Wetan). Desember (2021) sudah harus kosong," ujar Mayar, dihubungi SuaraJogja.id, Kamis (14/10/2021).

Ia mengatakan, kejelasan pembangunan benteng sempat ditunda karena kondisi Covid-19. Namun, pihaknya kembali mendapat informasi bahwa benteng akan dibangun akhir 2021 nanti.

Baca Juga: Pembongkaran Bangunan di Dekat Benteng Wetan Berlanjut, Ini Kata Pengusaha Setempat

"Itu sudah selesai, kami juga sudah diberikan tali asih dan sudah menerima semua," katanya.

Mayar menambahkan bahwa warga yang rumahnya berlokasi di sepanjang Masjid Mangunnegaran ke barat hingga Plengkung Wijilan harus segera pindah. Mayar mengatakan, warga terdampak tengah bersiap dan juga masih mencari lokasi baru untuk tempat tinggal.

Terpisah, Mantri (Camat) Kraton Widodo menjelaskan bahwa ada 39 bidang bangunan termasuk masjid Mangunnegaran yang tergusur.

"Iya komitmennya sudah diberi tali asih oleh Keraton bulan lalu. Awal Desember yang dalam (Jalan Kenekan) harus sudah pindah," kata Widodo.

Ia melanjutkan sebagai tanah Magersari, tali asih yang diberikan kepada warga dihitung oleh tim appraisal (penilaian) secara independen. Jumlahnya rata-rata Rp200-300 juta per bidang.

Baca Juga: Cerita Surtijah Rumahnya Digusur Proyek Revitalisasi Benteng Wetan Keraton Yogyakarta

"Jadi ada tim appraisal yang menghitung seperti, keberfungsian bangunannya untuk usaha atau tempat tinggal, luas bangunannya sudah ditentukan oleh mereka. Kalau tanah kan tanah Keraton (Magersari), jadi tidak dihitung," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait