alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Prihatin Marak Kejahatan Jalanan, Mahasiswa UNY Kembangkan Aplikasi Kurangi Klitih

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:35 WIB

Prihatin Marak Kejahatan Jalanan, Mahasiswa UNY Kembangkan Aplikasi Kurangi Klitih
Mahasiswa UNY kembangkan aplikasi untuk kurangi klitih. - (SuaraJogja.id/HO-UNY)

Aziz bersama dengan sejumlah temannya mengaku resah dengan tindakan klitih yang masih kerap terjadi di wilayah Jogja.

SuaraJogja.id - Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berupaya mereduksi aksi klitih yang kerap dilakukan pelajar di wilayah Jogja. Salah satunya dengan memberikan pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku yang diimplementasikan ke program Sekolah Anti Klithih (Setiti).

Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika yang tergabung dalam Kelompok Setiti, Aziz Muzaki, menjelaskan nantinya program tersebut akan diwadahi dalam SETITI mobile application. Diharapkan, wadah itu bisa menjadi media bagi pelajar dan guru untuk berkomunikasi.

“Sekolah sebagai mitra kegiatan ini juga mengharapkan adanya media sebagai wadah konseling agar Guru BK dan pelajar dapat berkomunikasi dari hati ke hati,” kata Aziz dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Aziz bersama dengan sejumlah temannya mengaku resah dengan tindakan klitih yang masih kerap terjadi di wilayah Jogja. Sebenarnya, ia menilai selama ini sudah banyak upaya pencegahan yang telah dilakukan.

Baca Juga: Top 5 SuaraJogja: Baju Hitam di Foto Inul dan Yuni Shara Buat Salfok

Terkhusus pencegahan dari guru itu sering dilakukan dalam bentuk menggelar razia di sekolah. Bahkan tidak jarang pada razia juga dilaksanakan pada komunitas orang-orang yang ramai berkumpul, hingga pembatasan jam operasional kegiatan bermasyarakat.

"Namun, beberapa solusi itu tidak terlalu terasa pengaruhnya terhadap reduksi klitih," tuturnya.

Lebih lanjut, anggota kelompok lainnya, Annurdien Rasyid menjelaskan membuat aplikasi Setiti tersebut dilakukan dalam 3 tahap yaitu mulai dari pembuatan kerangka aplikasi, tahap pengembangan software hingga pengujian.

“Aplikasi dibuat untuk memudahkan sasaran menerima ilmu yang akan ditransfer yang memuat fitur akses modul, akses buku pedoman dan unggah video beserta poster,” ujar Rasyid.

Anggota lainnya, Hajidah Salsabila Allissa Fitri, menambahkan, mereka tidak hanya sendiri membangun aplikasi ini. Melainkan juga menggandeng MAN 3 Sleman sebagai sekolah mitra kerja.

Baca Juga: Viral Video Tugas Kuliah Mahasiswa UNY Jadi Putri Duyung, Warganet Kecele

Harapannya, kata Salsabila, para siswa bisa ikut terlibat dan berperan aktif menghadirkan aplikasi tersebut. Serta juga bisa menerima transfer ilmu dari program tersebut dan membawa pengaruh baik kepada pelajar lain.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait