Senin Sore Gunung Merapi Luncurkan 3 Kali Awan Panas Guguran Hingga 1,8 Kilometer

Awanpanas guguran Merapi tanggal 6 Desember 2021 pertama muncul pada pukul 16.09 WIB.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 06 Desember 2021 | 19:18 WIB
Senin Sore Gunung Merapi Luncurkan 3 Kali Awan Panas Guguran Hingga 1,8 Kilometer
Salah satu awan panas guguran Merapi yang terjadi pada Senin (6/12/2021) sore. (Dokumentasi: BPPTKG).

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Tidak hanya guguran lava saja, kali ini awan panas juga teramati kembali muncul.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengatakan awan panas guguran itu kembali tercatat terjadi sebanyak tiga kali pada Senin (6/12/2021) sore.

Awanpanas guguran Merapi tanggal 6 Desember 2021 pertama muncul pada pukul 16.09 WIB. Saat itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 12 mm dan durasi 163 detik. 

"Jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya dengan arah angin ke timur," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga:Update Merapi: Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran Sejauh 3 Kilometer

Awan panas guguran Merapi kedua terjadi tepatnya pada pukul 16.44 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 160 detik. 

Lalu yang ketiga terjadi pada pukul 17.24 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 19 mm dan durasi 163 detik. 

Ketiga awan panas guguran itu sama-sana memiliki jarak luncur 1.800 meter atau 1,8 km yang menuju arah Kali Bebeng dengan arah angin menuju timur. 

Tidak dilaporkan terjadi hujan abu di beberapa lokasi seputar Gunung Merapi akibat awan panas ini.

BPPTKG pada hari ini juga mencatat adanya hujan di puncak Merapi mulai pukul 14:49 WIB siang tadi. Tercatat total curah hujan sebesar 25 mm.

Baca Juga:Update Merapi: Terjadi 25 Guguran Lava Dalam 30 Jam Terakhir Jarak Luncur Maksimal 2 Km

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.  

Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," imbuhnya.

Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. 

Selain itu kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan sementara waktu.

Ditambah dengan imbauan kepada pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak