facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kustini: Klitih Bukan Anak Nakal, tapi Kreativitas yang Harus Diarahkan

Eleonora PEW Rabu, 29 Desember 2021 | 11:11 WIB

Kustini: Klitih Bukan Anak Nakal, tapi Kreativitas yang Harus Diarahkan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo - (Kontributor SuaraJogja.id/Uli Febriarni)

Kustini menyebut, anak-anak pelaku klitih sebetulnya anak-anak pintar yang kurang komunikasi dan didikan orang tua.

SuaraJogja.id - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan keprihatinannya atas kembali maraknya kejahatan jalanan di Jogja, atau yang kini lebih lekat dengan istilah klitih.

Melihat itu, Pemerintah Kabupaten Sleman akan melakukan pembinaan dengan keluarga. Langkah itu dipilih, mengingat klitih tak bisa ditangani hanya oleh pemerintah saja, melainkan lintas beragam pemangku kepentingan. Terlebih, Kustini menilai, pelaku klitih bukanlah anak nakal, melainkan anak yang punya kelebihan khusus.

"Itu bukan kenakalan anak-anak, remaja, tapi kreativitas, hanya kreativitas itu butuh diarahkan," ujar Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kala dijumpai pada Rabu (29/12/2021). "Kalau saya melihatnya jangan [disebut] nakal, tapi kelebihan khusus. Kami bekerja sama dengan TNI/Polri maupun stakeholder yang ada, supaya nanti keluarga yang ada kami bina bersama-sama."

Kustini menyebut, anak-anak pelaku klitih sebetulnya anak-anak pintar yang kurang komunikasi dan didikan orang tua, sehingga bukan hanya Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, melainkan juga diperlukan kerja sama orang tua.

Baca Juga: Suarakan #SriSultanYogyaDaruratKlitih, Viral Meme Zirah buat Baju Sehari-hari Warga Jogja

"Harapan saya, anak-anak kita yang kreatif itu bisa diberi jalan yang lurus, dalam arti kita arahkan yang positif. Namun bila tidak diarahkan ke arah yang lebih baik, nanti kejadian klitih," tuturnya.

Mengarahkan anak-anak ke arah yang positif, dilatarbelakangi pemahaman bahwa dalam sistem pendidikan, mayoritas pelaku klitih berada dalam usia yang masih membutuhkan mengaktualisasikan diri.

"Tapi caranya yang salah, makanya diarahkan ke lebih baik. Mereka itu cerdas juga, karena punya ide-ide yang cemerlang. Tinggal diarahkan ke yang positif menjadi anak-anak yang pintar," tambahnya.

Banyak kejadian pelaku kenakalan remaja, apabila anaknya diikutkan sekolah, homeschool, maka mereka akan menjadi anak hebat.

Ketika seorang remaja menjadi pelaku klitih, tak melulu ide si pelaku, tak jarang hanya ikut-ikut atau spontan meniru pengendara yang berada di depan mereka.

Baca Juga: Miliarder Jogja yang Cari Bu Tri Nyaris Curi Uang Musala, Klitih Marak Lagi

"Saya mengedukasi kalo ke depannya, agar anaknya tetap jadi kebanggaan orang tua," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto menuturkan, Polda DIY selama ini berupaya keras melakukan antisipasi ataupun pencegahan aksi kejahatan jalanan yang marak terjadi di DIY, mulai dari memberikan imbauan, dan sosialisasi hukum.

Selain itu, diperlukan pula melakukan patroli dengan menghadirkan petugas polisi di tengah masyarakat. Harapannya, dengan menghadirkan polisi di tengah masyarakat, maka yang semula pelaku atau calon pelaku mau berbuat jahat akan berpikir ulang untuk menjalankan aksinya.

Ia menyadari, patroli tidak sepenuhnya dapat mencegah aksi kejahatan jalanan, tetapi dengan adanya patroli kepolisian, terutama di jam dan tempat-tempat rawan, maka setidaknya dapat menjadi salah satu upaya pencegahan dan antisipasi kejahatan.

Kontributor : Uli Febriarni

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait