facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kubah Lava Barat Daya Gunung Merapi Tambah Tinggi 2 Meter

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Minggu, 09 Januari 2022 | 10:27 WIB

Kubah Lava Barat Daya Gunung Merapi Tambah Tinggi 2 Meter
Dokumentasi - Gunung Merapi terlihat meluncurkan lava pijar dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (25/4/2021). [ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj]

Terdapat penumbuhan ketinggian pada kubah lava barat daya Merapi.

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Termasuk dengan aktivitas dua kubah lava Merapi juga masih bertumbuh.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, terdapat penumbuhan ketinggian pada kubah lava barat daya Merapi.

"Teramati adanya penambahan tinggi kubah barat daya kurang lebih 2 meter. Sedangkan untuk volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.007.000 meter kubik," kata Hanik dalam keterangannya, Minggu (9/1/2022).

Selain itu, kata Hanik dalam pantauan beberapa hari terakhir intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Sedangkan untuk deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,4 cm per hari.

Baca Juga: Gunung Merapi Masih Luncurkan Guguran Awan Panas, Begini Kondisinya

Ia menuturkan pengamatan dan pengukuran terhadap semua aktivitas Merapi termasuk pertumbuhan kubah lava terus dilakukan. Ada sejumlah metode yang digunakan untuk melakukan pengukuran volume kubah lava tersebut.

Salah satunya menggunakan drone yang diterbangkan di sekitar puncak. Hal ini berguna untuk melakukan pengamatan visual secara lebih mendetail.

Dipastikan Hanik, sejauh ini rata-rata pertumbuhan dua kubah lava Merapi masih berkisar pada 2 hingga 5 ribu meter kubik per hari. Hal itu masih relatif kecil jika dibanding dengan rata-rata sebelumnya di Merapi yakni 20 ribu meter kubik per hari.

Terbaru dalam periode pengamatan Minggu (9/1/2022) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB aktivitas Gunung Merapi kembali melandai. Saat itu tidak tercatat terdapat guguran lava atau awan panas dari puncak.

Asap kawah di puncak juga tidak teramati keluar. Hanya terdapat aktivitas kegempaan guguran sebanyak 27 kali pada periode tersebut.

Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Awan Panas Hingga 2,5 KM Jumat Siang

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait