facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tagih Janji Walkot Tak Gusur PKL Malioboro, Pedagang Geruduk Kantor Pemkot dan DPRD Jogja

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Senin, 17 Januari 2022 | 13:52 WIB

Tagih Janji Walkot Tak Gusur PKL Malioboro, Pedagang Geruduk Kantor Pemkot dan DPRD Jogja
Beberapa pedagang menunjukkan poster penundaan relokasi PKL Malioboro di kantor DPRD Kota Yogyakarta, Senin (17/1/2022). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Yati mengatakan bahwa sejak pedagang berjualan, mereka dijanjikan oleh Wali Kota bahwa tidak ada penggusuran atau pemindahan di lokasi itu.

SuaraJogja.id - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro Kota Yogyakarta menggeruduk kantor Pemkot Yogyakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal itu untuk mempertanyakan janji Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti yang tidak akan menggusur PKL di Malioboro dan meminta penundaan relokasi 1 sampai 3 tahun ke depan.

Pedagang dari berbagai paguyuban di Malioboro mendatangi kantor DPRD kota Yogyakarta sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah beraudiensi lebih dari 1,5 jam dengan Ketua DPRD Yogyakarta, Danang Rudyatmoko, PKL menggeruduk kantor Pemkot Yogyakarta.

Para pedagang membawa sejumlah spanduk sebagai aspirasinya. Beberapa tertulis "Lapakku Perjuanganku", "Malioboro Sumber Kehidupan Kami" dan juga "Malioboro Indah Bersama PKL".

Sejumlah pedagang mengikuti audiensi terkait relokasi PKL Malioboro di kantor DPRD Kota Yogyakarta, Senin (17/1/2022). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Sejumlah pedagang mengikuti audiensi terkait relokasi PKL Malioboro di kantor DPRD Kota Yogyakarta, Senin (17/1/2022). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma) Yati Dimanto mengatakan bahwa sejak pedagang berjualan, pihaknya dijanjikan oleh Wali Kota tidak ada penggusuran atau pemindahan di lokasi itu.

Baca Juga: Lapak di Selter Sementara PKL Malioboro Sempit, Pedagang Khawatir Rentan Jadi Konflik

"Kami meminta pemenuhan janji pak Haryadi selaku Wali Kota Yogyakarta yang dalam berbagai kesempatan telah menyatakan dan berjanji selama menjabat tidak akan melakukan penggusuran. Itu yang kami harapkan," ujar Yati dalam audiensi di Kantor DPRD Kota Yogyakarta, Senin (17/1/2022).

Meski meminta pemenuhan janji itu, pihaknya sudah tidak mempersoalkan dengan keputusan Pemkot untuk merelokasi para pedagang. Namun waktunya agar ditunda dan tidak buru-buru seperti saat ini.

"Ini tidak begitu, ada sosialisasi, selesai Januari 2022 kita harus sudah pindah. Ini model apa?, kita ekonomi kecil yang tidak pernah merepotkan pemerintah. Setahu saya kalau namanya mau pindah paling tidak dikandani (diberitahu). Tidak seperti ini caranya sosialisasi pertama sangat buru-buru," terang dia.

Pihaknya juga mempertanyakan kondisi selter sementara yang disiapkan Pemkot. Beberapa perwakilan pedagang sudah mengecek namun dinilai kurang layak.

"Selter sementara yang di dekat kantor DPRD DIY itu bagaimana?. Kita kan tidak diajak berembug, tiba-tiba sudah ada dan kurang sesuai. Kalau belum siap, ya harusnya jangan dipindah dulu," ujar dia.

Baca Juga: PKL Malioboro Minta Tunda Relokasi, Wali Kota Jogja Tegaskan Tetap Januari

Pihaknya berharap aspirasi pedagang tetap ditanggapi oleh DPRD dan juga Pemkot. Pedagang mendesak pada pemerintah untuk menunda relokasi 1 tahun atau 3 tahun ke depan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait