Dalami Kasus Bakso Ayam Tiren di Bantul, Polisi Buru Pemasoknya

sebelumnya polisi gerebek rumah produksi bakso berbahan ayam tiren

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono
Rabu, 02 Februari 2022 | 14:59 WIB
Dalami Kasus Bakso Ayam Tiren di Bantul, Polisi Buru Pemasoknya
MSH (51) dan AHR (50), warga Pedukuhan Ponggok 2, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, ditangkap Polres Bantul karena memproduksi bakso berbahan ayam tiren. - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

SuaraJogja.id - Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kaitannya dengan bakso berbahan ayam tiren atau ayam bangkai. Seperti diketahui, Polres Bantul sebelumnya membongkar praktik tersebut dengan menangkap sepasang suami istri berinisial MSH (51) dan AHR (50), warga Pedukuhan Ponggok 2, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.

"Masih kami lakukan pemeriksaan nanti akan dikabarkan karena harus koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," papar Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Rabu (2/2/2022).

AKBP Ihsan menuturkan, tak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lain. Namun, sekali lagi jawatannya harus berkoordinasi dengan JPU.

"Bisa mengarah ke tersangka lainnya tapi kami tetap koordinasi dengan JPU," ujarnya.

Baca Juga:Tercebur ke Dalam Sumur, Seorang Perempuan Asal Pandak Bantul Ditemukan Tewas

Dia menyatakan bahwa orang yang menjadi pemasok ayam tiren untuk kedua orang itu diduga banyak jumlahnya. Sebab, tidak mudah untuk mendapatkan ayam tiren dalam jumlah banyak.

"Enggak segampang kalau cari ayam potong dalam kondisi bagus. Kalau mereka bisa beroperasi selama itu pastinya ada jadi pemasok, kan enggak mungkin ada ayam yang mati dalam jumlah banyak di satu peternak," ujarnya.

Bila memang terbukti ada yang jadi pemasok ayam tiren maka mereka dapat dijerat Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP lantaran turut serta melakukan kejahatan.

"Pasal yang bisa disangkakan Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP turut membantu melakukan kejahatan," tegas dia.

Sebelumnya, MHS mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena alasan ekonomi. Saat itu harga daging ayam terus mengalami kenaikan namun di sisi lain ia tak bisa menaikkan harga jual baksonya. Ia khawatir baksonya tidak laku di jual di pasar.

Baca Juga:Pesepeda Tewas Terlindas Bus Pariwisata di Bantul, Sempat Terseret Sejauh 10 Meter

"Kalau harganya naik nanti tidak ada yang beli," ujar dia.

AHR, di sisi lain, mengaku senang polisi menggrebek dan menghentikan usahanya yang telah berjalan sejak tahun 2015 lalu.

Menurut AHR, ia senang karena memiliki alasan untuk menghentikan pasokan bakso ayam tiren tersebut ke kedua tetangganya. Selama ini memang ada dua tetangganya yang membantunya mendistribusikan ke pedagang-pedagang lainnya.

"Selama ini saya tidak enak kalau menghentikan pasokan baksonya," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak