facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tabrakan dengan Ambulans di Berbah, Remaja Asal Piyungan Meninggal Dunia

Eleonora PEW Selasa, 15 Maret 2022 | 21:25 WIB

Tabrakan dengan Ambulans di Berbah, Remaja Asal Piyungan Meninggal Dunia
Pengendara sepeda motor tewas tertabrak mobil ambulans dalam kecelakaan di ruas Jalan Prambanan – Piyungan, Pedukuhan Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (15/3/2022). - (SuaraJogja.id/HO-Polsek Berbah)

Pengendara sepeda motor meninggal dunia karena luka yang dideritanya cukup parah.

SuaraJogja.id - Kecelakaan maut yang melibatkan mobil ambulans dengan sepeda motor kembali terjadi. Kali ini, kecelakaan maut tersebut terjadi di ruas Jalan Prambanan – Piyungan, tepatnya di depan toko buah Cahaya Buah, Pedukuhan Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/3/2022) sekira pukul 10.00 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia karena luka yang dideritanya cukup parah. Pengendara sepeda motor meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Kapolsek Berbah, Kompol Parliska Febrianto menuturkan, kecelakaan maut tersebut melibatkan mobil ambulance Suzuki AB 1141 FB milik sebuah ormas dengan sepeda motor Honda Supra X AD 6146 JJ. Kecelakaan tersebut diperkirakan dipicu karena kekuranghati-hatian kedua pengendara.

"Kejadiannya terjadi siang hari saat itu kondisi cuacanya bagus," kata Parliska, Selasa (15/3/2022) malam.

Baca Juga: Tabrak Angkot Gara-gara Lawan Arah, Pengendara Motor Tewas di Jalan Baru Bogor

Kecelakaan tersebut bermula ketika mobil ambulans Suzuki AB 1141 FB dikemudikan oleh Fajar Aditya Nugraha (21), warga Pedukuhan Ngleri Wetan, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, melaju dari arah utara menuju ke selatan. Ia ditemani oleh Supriyanto (35), warga Cempoko Jajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Mobil ambulans tersebut dalam keadaan kosong, tidak membawa pasien karena baru saja mengantarkan pasien ke Rumah Sakit PDHI di Jalan Solo. Mobil ambulans tersebut berjalan dengan kecepatan sedang dan tidak menyalakan sirine ataupun lampu rotary.

"Ambulans sendiri memang dalam keadaan kosong karena baru saja mengantar pasien ke rumah sakit. Ini pulang menuju ke posko," papar mantan Kapolsek Ngawen Gunungkidul ini.

Menjelang tempat kejadian perkara (TKP) Mobil Ambulance Suzuki tersebut bermaksud mendahului mobil di depannya yang tidak di ketahui identitasnya. Namun pada waktu bersamaan dari arah selatan datang sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya.

Di belakang sepeda motor tersebut juga melaju Honda Supra X AD 6146 JJ yang dikendarai oleh RS (16) warga Kalurahan Srimartani Kapanewon Piyungan Bantul. Keduanya melaju dengan kecepatan sedang.

Baca Juga: Dua Bocah Kembar Tewas Ditabrak di Kabupaten Pangandaran, Keluarga Kecam Konvoi Moge Ugal-ugalan

Karena ada ambulans yang hendak menyalip mobil di depannya, pengendara sepeda motor yang tidak diketahu identitasnya mengurangi kecepatan. Akibatnya pengendara Honda Supra X AD 6146 kaget dan mengurangi kecepatan kemudian terjatuh.

"Usai terjatuh, korban tertabrak Mobil Ambulance Suzuki tersebut, maka terjadilah laka lantas," terang dia.

Korban RS mengalami luka bagian belakang yang cukup serius. Korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun setelah sempat mendapatkan perawatan, korban RS meninggal dunia.

"Kasus ini sedang kami selidiki," ujar dia.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait