Sempat Ubah Kebijakan, Taliban Kembali Perintahkan Sekolah di Afghanistan Tetap Ditutup Bagi Perempuan

Taliban melarang perempuan bersekolah dan bekerja.

Galih Priatmojo
Rabu, 23 Maret 2022 | 17:45 WIB
Sempat Ubah Kebijakan, Taliban Kembali Perintahkan Sekolah di Afghanistan Tetap Ditutup Bagi Perempuan
Sejumlah siswi SD pulang dari sekolah di Kabul, Afghanistan, 25 Oktober 2021. (ANTARA/Reuters/as)

SuaraJogja.id - Pemerintah Taliban pada Rabu menarik kembali keputusannya untuk membuka sekolah menengah bagi murid perempuan.

Sekolah-sekolah SMP dan SMA akan tetap ditutup bagi murid perempuan sampai ada rencana yang dibuat sesuai syariat Islam bagi mereka, kata Taliban.

Para guru dan murid di tiga sekolah menengah di ibu kota Kabul mengatakan murid-murid perempuan merasa gembira bisa kembali ke sekolah pada Rabu pagi, tapi kemudian diminta pulang.

Banyak murid yang pulang sambil menangis, kata mereka.

Baca Juga:Taliban Kembali Larang Perempuan Bersekolah, Perempuan yang Datang ke Sekolah Diusir

"Kami semua kecewa dan kami benar-benar putus asa ketika kepala sekolah memberi tahu kami, dia juga menangis," kata seorang murid yang minta namanya dirahasiakan.

Saat memerintah Afghanistan pada 1996-2001, Taliban melarang perempuan bersekolah dan bekerja.

Komunitas internasional menjadikan pendidikan bagi perempuan sebagai syarat untuk mengakui pemerintah Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu ketika pasukan asing ditarik dari negara itu.

Kementerian Pendidikan pekan lalu mengumumkan bahwa semua murid perempuan dapat bersekolah lagi di seluruh Afghanistan pada Rabu setelah berbulan-bulan ditutup bagi mereka.

Pada Selasa malam, juru bicara kementerian itu merilis sebuah video yang memberi ucapan selamat bagi para murid karena bisa kembali ke sekolah.

Baca Juga:Pengumuman: Taliban Akhirnya Izinkan Anak Perempuan Kembali Bersekolah

Namun pada Rabu sebuah maklumat dari kementerian mengatakan sekolah-sekolah tetap ditutup bagi murid perempuan sampai ada rencana yang dibuat berdasarkan hukum Islam dan budaya Afghanistan, menurut kantor berita pemerintah Bakhtar News.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak