SuaraJogja.id - Bulan suci Ramadhan kerap disebut-sebut bulan penuh berkah. Tidak sedikit masyarakat yang berusaha mencari penghasilan tambahan pada momen seperti ini.
Seperti even pasar sore Jogokariyan, yang lebih dikenal dengan Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ). Even yang digelar di sepanjang Jalan Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja itu menjadi angin segar untuk beberapa pedagang dan warga sekitar.
Seperti yang dirasakan Reastuti perempuan yang baru saat lulus dari Politeknik Akademi Teknik Kulit (ATK) Jogja ini mampu mengantongi ratusan ribu omzet dari hasil berjualan di KRJ.
![Heni Yuli Astuti, pedagang es buah melayani pembeli di Kampung Ramadhan Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, Senin (4/4/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/04/28762-pedagang-di-pasar-ramadhan-jogokariyan.jpg)
"Ya sekarang sudah cukup banyak pendapatannya. Sehari bisa menyiapkan 100-200 biji dimsum, tempura dan sosis. Alhamdulilah nyaris habis juga," kata Reastuti ditemui suarajogja.id, Senin (4/4/2022) sore.
Baca Juga:TPST Piyungan Ditutup Tiga Hari, Timbunan Sampah di Kota Jogja Capai Seribu Ton
Hari pertama jualan dirinya bisa mengantongi jumlah omzet lebih dari Rp100 ribu. Bahkan diprediksi hingga hari selanjutnya bisa tembus sampai Rp200 ribu.
Hal itu disyukuri Reastuti saat berjualan meski sebelumnya sempat hujan deras.
Menurutnya, meskipun hasilnya tidak banyak di satu hari nanti, perempuan 24 tahun itu menerima dengan lapang dada.
Lulus dari Politeknik ATK 2021 lalu, Reastuti kerap kali berbisnis. Sejauh ini dirinya juga menjual berbagai macam produksi kulit secara online.
"Dari awal memang sudah suka berbisnis. Ya kecil-kecilan, setidaknya bisa menambah uang untuk bantu orang tua juga," kata dia.
Baca Juga:Info Takjil dan Buka Puasa di Jogja Lengkap dengan Menunya, Mahasiswa dan Anak Kos Merapat
Berjualan hingga 1 bulan penuh di KRJ nanti, Reastuti akan menggunakan hasilnya untuk hal baik. Berhubung perempuan asal Banguntapan, Bantul ini telah memiliki calon pasangan hidup, nantinya digunakan untuk biaya menikah.
"Insyallah nanti (hasil jualan) untuk tambahan menikah. Ya meringankan diri juga," ujar Reastuti sambil tertawa kecil.
Momen Ramadhan di KRJ juga dimanfaatkan oleh warga setempat, seperti Heni Yuli Astuti (37), wanita 2 anak itu sudah 18 tahun mengikuti even tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini pendapatannya memang lebih tinggi dibanding KRJ 2021 lalu. Meski demikian jumlah omzet yang ia terima saat ini sudah lebih dari cukup.
"Kalau hasil itu kan bonus ya ada kenaikan 20 persen ya. Sebenarnya saya ikut even ini untuk meramaikan gelaran KRJ, karena aktivitas seperti ini kan hampir 2 tahun sepi, jadi merasa senang saja bisa kembali ramai lagi," kata Heni yang berjualan es buah dan es teh itu.
Meski mengaku senang, dirinya juga khawatir dengan sebaran Covid-19 yang bisa saja terjadi di even KRJ. Dirinya lebih berhati-hati dan berusaha untuk tidak melepas masker saat melayani pelanggan.