facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kerahkan 32 Armada Pengangkut, Wali Kota Yogyakarta Minta Warga Jangan Lebay Menyikapi Penutupan TPST Piyungan

Galih Priatmojo Kamis, 12 Mei 2022 | 13:26 WIB

Kerahkan 32 Armada Pengangkut, Wali Kota Yogyakarta Minta Warga Jangan Lebay Menyikapi Penutupan TPST Piyungan
Penumpukan sampah di TPS Lempuyangan yang meluber hingga ke jalan, Rabu (11/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana/SuaraJogja.id]

Pemkot Yogyakarta kerahkan puluhan truk untuk angkut sampah yang menumpuk selama TPST Piyungan diblokir

SuaraJogja.id - Setelah sempat diblokade selama lima hari, TPST Piyungan akhirnya dibuka kembali. Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menuturkan akan mengerahkan 32 armada truk yang mereka miliki untuk mengangkut sampah-sampah yang sempat menumpuk di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Kita lihat dalam tiga hari ke depan sudah tidak ada lagi sampah menumpuk di jalan,"ujar dia, ketika ditemui di sela Halal Bihalal Bupati dan Walikota se-DIY di Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (11/5/2022).

Ia sendiri mengaku heran dengan perilaku masyarakat ketika TPST Piyungan ditutup maka sampah tidak dibuang di jalan namun ditaruh sementara di rumah. Sehingga sampah-sampah yang ada tidak membludak ke jalan dan mengganggu pemandangan.

Haryadi mengakui beban sampah di Kota Yogyakarta cukup besar bahkan jauh melebihi hitungan normal jumlah penduduk Kota Yogyakarta. Terlebih jumlah masyarakat yang beraktifitas di Kota Yogyakarta selama ini sangat banyak.

Baca Juga: Dampak TPST Piyungan Ditutup, Belasan Ton Sampah Menumpuk di Transfer Depo Lempongsari

"Perhari mereka mengirim sampah ke TPST Piyungan sebanyak 360 ton,"terangnya.

Haryadi menyebut warga Kota Yogyakarta yang resmi terdaftar di Disdukcapil hanya 450 ribu namun yang beraktifitas jumlahnya mencapai 1,5 juta orang berasal dari manapun. Dan ia mengakui memang problem jumlah berat orang yang beraktifitas dibanding dengan jumlah berat sampah lebih banyak berat sampahnya.

" Jumlah berat orang 50 kilogram dikali 1,5 juta orang kan tidak sampai 100 ton. Lha ini bisa 360 ton sampahnya,"keluh dia.

Haryadi mengaku tidak menyalahkan sistem reduce recycle dan reuse sampah yang belum bisa diterapkan maksimal, namun menurutnya sampah adalah perilaku. Hal tersebut bisa dibandingkan dengan Singapura.

Menurut Haryadi tempat sampah di Singapura jauh lebih sedikit dibanding dengan Jogja. Namun ternyata sampahnya jauh lebih sedikit dibanding kota Yogyakarta. Artinya tempat sampah tidak identik dengan kebersihan 

Baca Juga: TPST Piyungan Diblokir, Bupati Bantul Desak Sleman Punya TPST Sendiri

"Sehingga perilaku itu sangat penting bagi penataan persampahan,"tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait