facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakai Simbol "Z" Saat Podium Medali, Pesenam Rusia Dilarang Tampil Selama Satu Tahun

Eleonora PEW Rabu, 18 Mei 2022 | 15:54 WIB

Pakai Simbol "Z" Saat Podium Medali, Pesenam Rusia Dilarang Tampil Selama Satu Tahun
Kendaraan lapis baja dengan huruf 'Z' berjalan melewati monumen tank zaman Soviet, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan operasi militer di wilayah timur Ukraina, di Kota Armyansk, Krimea, Kamis (24/2/2022). [ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/FOC/djo]

Singlet Ivan Kuliak memiliki huruf 'Z' yang terlihat jelas saat atlet ini berdiri di sebelah atlet Ukraina Kovtun Illia.

SuaraJogja.id - Sebuah panel disiplin senam, Rabu (18/5/2022), mengungkapkan, seorang pesenam Rusia yang mengenakan simbol yang berkaitan dengan invasi negaranya di Ukraina saat podium medali dilarang tampil selama satu tahun.

Singlet Ivan Kuliak memiliki huruf 'Z' yang terlihat jelas saat atlet ini berdiri di sebelah atlet Ukraina Kovtun Illia, yang peraih medali emas Piala Dunia senam di Doha pada Maret.

Simbol 'Z' dipatrikan kepada tank dan kendaraan militer Rusia lainnya di Ukraina dan kemudian menjadi perlambang dukungan untuk invasi Rusia itu.

Komisi disiplin Gymnastics Ethics Foundation (GEF) menyimpulkan Kuliak melanggar aturan Federasi Senam Internasional (FIG) yang menjadi badan pengelola senam dunia.

Baca Juga: Letakkan Senjata, Lebih dari 250 Tentara Ukraina Menyerah ke Rusia

"Tuan Kuliak tidak dibolehkan berpartisipasi dalam semua acara kompetisi yang dikenai sanksi FIG atau kompetisi yang diselenggarakan oleh anggota federasi anggota FIG selama satu tahun sejak tanggal keputusan ini dibuat," kata GEF.

Kuliak juga harus mengembalikan medali perunggu dan hadiah uang sebesar 500 franc Swiss. Dia memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding atas sanksi ini.

Sudah diputuskan bahwa semua pesenam Rusia dan Belarus dilarang tampil dalam kompetisi-kompetisi senam.

"Jika langkah perlindungan yang melarang atlet Rusia berkompetisi masih berlaku pada 17 Mei 2023, maka larangan itu akan berlanjut dan berakhir enam bulan setelah langkah itu dicabut," kata GEF. [ANTARA]

Baca Juga: Tangani Invasi Rusia di Ukraina, Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama dengan Uni Eropa

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait