facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hujan Lebat Guyur Sleman, BPBD Pastikan Belum ada Potensi Banjir Lahar Dingin

Muhammad Ilham Baktora Senin, 13 Juni 2022 | 20:25 WIB

Hujan Lebat Guyur Sleman, BPBD Pastikan Belum ada Potensi Banjir Lahar Dingin
Evakuasi korban hanyut banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kali Bebeng, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang. [Dok. Kantor SAR Semarang]

Ia mengatakan bahwa akibat intensitas yang cukup tinggi itu menyebabkan banjir lokal di sungai-sungai yang melintas di Sleman.

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan belum ada potensi banjir lahar dingin yang terjadi di Sleman. Hal itu menyusul dengan intensitas hujan di wilayah utara yang cukup ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan bahwa hujan yang terjadi di wilayah Sleman cukup deras di wilayah tengah.

Ia mengatakan bahwa akibat intensitas yang cukup tinggi itu menyebabkan banjir lokal di sungai-sungai yang melintas di Sleman.

"Kalau hujan deras iya, banjir juga terjadi tapi hanya banjir lokal saja. Kalau sampai banjir lahar dingin, tidak," terang Makwan kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

Ia melanjutkan hujan yang dimulai sekitar 13.30 WIB itu juga disertai angin. Dari dampak yang dilaporkan, satu pohon beringin di wilayah Lapangan Denggung, Sleman roboh.

"Satu pohon beringin di Lapangan Denggung roboh. Menimpa wahana permainan juga," katanya.

Beruntung, dari bencana itu, Makwan mengaku tak ada korban jiwa. Hanya wahana kora-kora dan kendaraan warga yang ikut tertimpa.

Mengingat potensi hujan yang masih akan terjadi di Bumi Sembada, Makwan mengingatkan masyarakatnya tetap waspada.

"Kami tekankan untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang terus berubah. Untuk potensi angin kencang hingga berdampak pada tumbangnya pohon segera dilaporkan," kata dia.

Sesuai prakiraan cuaca oleh BMKG, Sleman menjadi wilayah yang akan diterpa hujan dengan intensitas tinggi. Suhu udara yang dicatat oleh BMKG berkisar 21-30 derajat celcius.

Kerapatan udara sendiri tercata di rata-rarta angka 75-95 persen.

Komentar

Berita Terkait