"Untuk menangani ini, kami sudah lapor ke RT, RW, dan koordinasi dengan kaum desa [tokoh agama]. Ada ikhtiar mendoakan, nanti kami juga mengundang ustadz untuk mendoakan," ucapnya.
Heri menambahkan, selama ini pemilik rumah tak memiliki masalah dengan siapapun.
Peristiwa yang masih belum jelas penyebabnya ini sengaja diviralkan, karena pihaknya ingin ada pembelajaran yang diambil oleh masyarakat.
Yaitu, bahwa makhluk tak kasat mata keberadaannya nyata di tengah kita, atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa.
Baca Juga:Seorang Karyawan Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Condongcatur
"Supaya kita lebih mendekat kepada Allah," ujarnya.
Terlebih lagi, dengan adanya pisau dapur berada di atas kasur, maka gangguan yang muncul dinilai mulai membahayakan.
"Kan sudah membahayakan, perlu agar bisa ditanggulangi," tuturnya.
Ia mengungkap, di masa sebelumnya, area permukiman tempat berdirinya rumah tersebut berupa sawah. Rumah pertama di kawasan itu adalah rumah Heri, dibangun 2003. Sedangkan rumah milik Bu Anik, yang berada di depannya dan diduga diganggu makhluk halus, dibangun pada 2005.
"Setiap ada bunyi [barang pecah atau suara lain], saya keluar rumah dan terkadang bersama warga lain menunggu, memantau situasi di sekitar rumah," imbuh dia.
Kasi Humas Polsek Depok Timur Aiptu Dwi Kusuma menuturkan, kedatangan petugas kepolisian dari Mapolsek Depok Timur sifatnya adalah menanggapi aduan.