Dipanggil Disdikpora DIY, Kepsek SMAN 1 Banguntapan Bantah Paksa Siswi Pakai Jilbab

Saat siswi mereka dipanggil ke ruang guru BK, menurut Agung, para guru hanya memberikan contoh pemakaian jilbab.

Galih Priatmojo
Senin, 01 Agustus 2022 | 18:26 WIB
Dipanggil Disdikpora DIY, Kepsek SMAN 1 Banguntapan Bantah Paksa Siswi Pakai Jilbab
Kepala SMAN 1 Banguntapan, Agung Istianto menyampaikan klarifikasi terkait siswi dipaksa pakai jilbab di kantor Disdikpora DIY, Senin (01/08/2022). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

"Tidak ada sanksi[untuk guru BK], kalau untuk sekolah, untuk hal-hal dikemudian hari jangan seperti itu," ujarnya.

Sementara Kadisdikpora DIY, Didik Wardaya mengungkapkan, Disdikpora meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Yogyakarta dan psikolog untuk mendampingi siswi yang mendapatkan pemaksaan pemakaian jilbab oleh sekolah. Saat ini siswi tersebut sudah mau keluar rumah dan membaik kondisi psikisnya.

"Hari ini perkmbangannya cukup bagus, dari KPAI kota yang ikut mendampingi dan psikolog juga ikut mendampingi, dan anak sudah keluar rumah dan membaik," jelasnya.

Selain memberikan pendampingan, Disdikpora juga memberikan kesempatan pada siswi untuk pindah ke sekolah lain bila merasa tidak nyaman di SMAN 1 Banguntapan. Disdikpora sudah berkomunikasi dengan kepala sekolah di sejumlah sekolah yang masih memiliki kuota siswa baru.

Baca Juga:Bela Anies Baswedan Soal Putrinya yang Disorot Tak Pakai Jilbab, Akhmad Sahal: Kalau Gamau Berjilbab Hormati!

Dari hasil koordinasi, SMAN 7 Kota Yogyakarta masih memiliki satu kursi siswa baru. Sebab ada siswa yang diterima di sekolah tersebut namun tidak melakukan daftar ulang.

"Disdikpora nanti memfasiitas perpindahan sekolah, tinggal nyamannya seperti apa, apakah tetap di sekolah situ atau lainnya,"imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak