Kepala SNVT PJPA Serayu Opak Kuji Murtiningrum mengatakan, struktur saluran Mataram sudah cukup tua. Perbaikan selama ini hanya dilakukan skala minor. Sedangkan program rehabilitasi yang dilakukan saat ini merupakan rehabilitasi cukup besar setelah 30 tahun terakhir.
"Saluran Mataram II di Kalasan sepanjang 15 kilometer sudah diperbaiki pada musim hujan tahun ini. Karena curah hujan tinggi dan bangunan yang cukup tua mengakibatkan beberapa bagian irigasi longsor," jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Suparmono, mengungkap bahwa pemeliharaan saluran Selokan Mataram dan Van der Wijck harus dilakukan mengingat bangunan itu sudah berusia puluhan tahun. Tujuannya, agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.
Ia berharap, masyarakat dapat menyesuaikan komoditas pertanian yang akan ditanam.
Baca Juga:Interview Sri Sultan HB IX Soal Siapa Penggagas Serangan Umum 1 Maret 1949
"Kalau yang pertanian ya jangan yang butuh air banyak, mungkin palawija lebih bagus, tidak padi. Karena memang ketersediaan air jadi berkurang banyak, tinggal sesuaikan komoditasnya,' sebut Suparmono.
Kontributor : Uli Febriarni