"Kemudian, menjadi kontributor yang positif dalam memberikan pemahaman mengatasi kejahatan jalanan yang dilakukan anak-anak sekolah," tuturnya.
Tujuan berikutnya, menjadi pemantik bagi semua institusi dalam menciptakan situasi kegiatan belajar yang baik. Serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, antisipasi tawuran, kenakalan remaja dan kejahatan jalanan.
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sleman Dwiwarni Yuliastuti mengatakan, Disdik Sleman masuk Pokja Preventif dalam Satgas Anti Kejahatan Jalanan Kabupaten Sleman.
Beragam program dilakukan oleh Disdik bersinergi dengan lintas bidang dan OPD, dalam upaya pencegahan kejahatan jalanan. Demikian juga dengan tiap sekolah, yang dengan kearifan masing-masing punya giat berbeda dalam mencegah kejahatan jalanan tersebut.
Baca Juga:Lakukan Pelanggaran, Satpol PP Sleman Bubarkan Sunmor UGM dan Kegiatan Lomba Burung
Penguatan karakter dan pembinaan kesiswaan, lewat kegiatan bernilai positif juga menjadi program yang terus dilakukan. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Sleman bisa mengarahkan potensi siswa usia sekolah, khususnya SMP ke arah lebih baik.
Sementara itu, terkait ditemukannya gambar tak layak bagi anak-anak di sebuah SMP dalam giat Pol PP Goes To School, Yuli menyebut bahwa hal itu juga menjadi perhatian khusus oleh Disdik Sleman.
Utamanya, terkait penguatan tri pusat pendidikan antara masyarakat, sekolah dan peran keluarga dalam mendidik serta membangun karakter anak.
"Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab sekolah dan masyarakat. Orang tua dan keluarga punya tanggung jawab sama," tuturnya.
Ia mendorong orang tua bisa berkomunikasi dengan aktif dan proaktif bersama anak-anaknya, agar mengetahui karakter anak-anaknya serta turut mengarahkan mereka.
Baca Juga:Pasien Dibiarkan Tak Berjarak, Jasa Terapi di Kaliurang Didatangi Satpol PP Sleman
Selain komunikasi tatap muka, diperlukan juga pendampingan bagi anak dalam bermedia sosial dan memanfaatkan teknologi informasi di era kekinian.