Bu Ruswo pun pernah merasakan menjadi seorang kurir di medan pertempuran. Ia pernah membawa surat ditaruh di sadel sepeda atau stang sepeda.
Kurir yang berperan untuk membantu pejuang menyampaikan berita dari garis depan ke belakang, kemudian ke markas. Serta membawa makanan di dapur umum ke garis depan agar tidak kelaparan.
"Para prajurit sangat mengenal Bu Ruswo, bahkan ia dijuluki ibu prajurit karena membantu logistik itu. Karena cintanya sama Ibu Ruswo jadi dipanggil sebagai ibu prajurit," ungkapnya.
![Jalan Bu Ruswo. [Galih Fajar / Multimedia SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/17/53387-jalan-bu-ruswo.jpg)
Retno sendiri memang sudah akrab dalam melakukan penelitian terhadap sejumlah pejuang perempuan di Indonesia, termasuk tentang Ibu Ruswo yang diteliti pada tahun 2006 silam.
Baca Juga:10 Tahun Berjualan, Pedagang Lawar Babi di Bali Ini Merasa Belum Merdeka
"Saya kira Ibu Ruswo itu sangat penting karena dia membantu pejuang di dapur umum. Jadi dapur umum pada waktu itu yang terkenal dikoordinir oleh Ibu Ruswo, kemudian saya mencoba mencari siapa itu Ibu Ruswo," kata Retno.
Menurutnya perjuangan Ibu Ruswo yang kuat khususnya terkait hajat hidup dasar orang banyak itu tak bisa dihilangkan begitu saja. Mengingat tercukupinya logistik saat perjuangan melawan penjajah di medan perang tetap penting.
"Iya padahal logistik itu penting sekali. Memang logistik di kota itu yang mengkoordinir ya dapur umum seperti Ibu Ruswo itu. Tapi kalau di Gunungkidul, Bantul di kabupaten-kabupaten itu pedesaan, pemerintah desa dan rakyat desa," terangnya.
"Biasanya kalau ada gerilya di situ juga dipakai dapur umum. Nanti masyarakat pedesaan yang membantu apa punyanya, kalau punya sayur ya di kasih sayur, tenaga ya tenaga," imbuhnya.
Disampaikan Retno, dapur umum sendiri juga tak serta merta hanya digunakan sebagai tempat memasak saja. Melainkan juga bisa sebagai markas para pejuang waktu itu.
"Di dapur umum itu sendiri tidak hanya untuk memasak tapi juga untuk membicarakan strategi perjuangan para gerilya. Kemudian kurir-kurir datang, membicarakan perjuangan besok, merawat dan menyimpan senjata. Jadi tidak hanya melulu untuk memasak saja di dapur umum itu," tegasnya.