Napak Tilas Bu Ruswo: Dari Dapur Umum ke Gelanggang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Bu Ruswo pejuang yang punya peran krusial di masa perjuangan Indonesia jejak sejarahnya masih bisa dilihat di kawasan Yogyakarta

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Napak Tilas Bu Ruswo: Dari Dapur Umum ke Gelanggang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Ilustrasi Bu Ruswo. [Iqbal Asaputro / SuaraJogja.id]

"Silakan masuk," kata Suyanto (70).

Siapa sangka ruangan rumah yang tak terlalu luas dan dipenuhi kain bahan pakaian itu punya banyak cerita sejarah. Ya, rumah itu adalah bekas dapur umum yang dulu digunakan Bu Ruswo untuk memasak dan memberi makan para gerilyawan di medan perang. 

"Ini semua masih asli. Ada memang beberapa yang sudah dipugar. Tapi untuk dua ruangan ini masih asli," ujarnya sambil menunjukkan dua ruang di rumah itu.

Ventilasi, jendela, ubin hingga etenit, disebutnya masih asli sejak zaman dulu. Meskipun memang sudah sejak tahun 1980an, ia dan istrinya menempati rumah tersebut. Tak ada perubahan banyak yang dilakukan selama ini. 

Baca Juga:10 Tahun Berjualan, Pedagang Lawar Babi di Bali Ini Merasa Belum Merdeka

Saat ini rumah tersebut lebih dikenal sebagai tempat Penjahit Garuda. Namun ada satu yang kemudian menjadi identitas asli bahwa rumah itu yakni ukiran nama 'Roeswo' di bagian depan rumahnya. 

"Tulisan itu (Roeswo) tak boleh dihilangkan," ucapnya.

Sakralnya tulisan itu juga disampaikan oleh Iswati (74) yang merupakan istri dari Suyanto. 

"Rumah ini ada tulisan nama Roeswo. Itu tidak boleh dihilangkan, dijaga sebagai sejarah," kata Iswati ditemui lebih dulu pada Selasa (9/8/2022).

Sama seperti kata sang suami, Iswati menuturkan bahwa dua ruangan rumah itu masih asli dari segi konstruksi bangunan dan sebagainya. Selain ukiran nama di depan rumahnya, bukti rumah tersebut milik Ibu Ruswo adalah dari nota pembayaran listrik.

Baca Juga:Bentuk Protes ke Pemerintah, Warga Demak Tetap Khidmat Gelar Upacara HUT ke-77 RI di Tengah Kepungan Banjir Rob

"Dulu ini memang dapur umum. Ini ventilasi masih asli. Ini pintu juga masih asli. Untuk pembayaran listrik masih atas nama Bu Roeswo Prawiroseno. Kenangannya cuma listrik itu," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak